Home Hiburan Menikmati Keeksotisan Danau Tiga Warna Di Danau Linow

Menikmati Keeksotisan Danau Tiga Warna Di Danau Linow

Manado, 17/1/16, (Berita Jateng.Net)—Berkunjung ke Manado tidaklah lengkap jika tidak mengunjungi Danau Linow. Danau Linow ini berada di wilayah Minahasa, Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara. Hanya 1,5 jam dari kota Manado menggunakan transportasi umum atau menggunakan kendaraan pribadi, tak perlu takut tersesat karena papan penunjuk jalan cukup jelas untuk menuju danau ini.

IMG-20160117-WA0000

Danau seluas 34 Ha ini, memiliki panorama yang eksotis dengan udara yang sejuk. Ciri khas danau ini adalah memiliki kadar belerang yang cukup tinggi, sehingga membuat warna danau ini berubah-ubah. Nah perubahan warna air danau inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Dengan kasat mata para pengunjung danau dapat melihat warna air danau yang berubah seperti coklat, hijau muda, dan biru cerah.

Pemandangan yang indah ini didukung dengan lingkungan yang bersih. Pengelola danau ini sangat peduli lingkungan dan dapat dipastikan tidak ada sampah berserakan atau menumpuk di danau Linow ini. Jadi wisatawan akan sangat nyaman berlama-lama berada di danau ini. Lebih Nikmat lagi jika memandang  danau ini ditemani dengan secangkir kopi atau the, plus pisang goring, yang disediakan gratis karena sudah termasuk harga tiket masuk seharga 25 ribu rupiah.

IMG-20160117-WA0001

Danau Linow yang terhitung masih “perawan” ini juga menghadirkan belerang yang masih keluar dari danau ini. Walaupun bau belerang masih tercium, hal ini tidak menjadi masalah karena di sini pengunjung  akan dihipnotis dengan indahnya perbukitan dan persawahan yang menjadi pesona Danau Linow. Keheningan danau ini juga membuat pengunjung merasakan ketenangan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya pemandangan alam, masyarakat di sekitar Danau Linow yang menjaga kelestarian danau, membuat para satwa juga terjaga. Pengunjung bisa menikmati keindahan danau lengkap dengan burung blibis yang berterbangan disekitar danau.

Kicauan burung juga terdengar bersahut-sahutan menjalin melodi yang harmoni. Selain itu, serangga yang dinamakan “sayok” atau “komo” juga masih ada disini. Serangga ini unik hidup di air namun memiliki sayap.(bj50)