Menikah Itu Pilihan, Usia Bukan Patokan

Talkshow Pra Nikah bertema "Kamulah Takdirku" di Aula Balaikota Semarang.

Semarang, 25/3 (BeritaJateng.net) – Usia bukan patokan untuk menikah. Menikah lebih terkait dengan kesempurnaan separuh agama dalam menjalani proses rumah tangga. Untuk menikah harus memiliki persiapan. Orang ketika sudah menikah akan mendapat pelajaran yang luar biasa. Salah satu persiapan untuk menikah ialah dengan mendekatkan diri kepada Allah agar diberikan jodoh yang sekufu.

Hal ini disampaikan Ustadzah Mia Inayati selaku Direktur Sekolah Alam Ar-Ridho saat mengisi Talkshow Pra Nikah bertema “Kamulah Takdirku” di Aula Balaikota Semarang, Jalan Pemuda No. 148, Jum’at, (25/3).

Dikatakan Ustadzah Mia, menikah merupakan ladang pahala yang besar. Di dalam surat Al Baqarah ayat 286 dijelaskan jika Allah tidak membebani hamba sesuai kemampuannya.

“Dengan mendekat kepada Allah, maka akan diberi kekuatan dalam menghadapi ujian agar bisa melalui bahtera pernikahan,” tuturnya saat diwawancarai usai acara, Jumat (25/3) siang.

Acara yang diadakan oleh Komunitas Pelangi Muslimah dan ODOJ DPA Semarang ini juga menghadirkan salah satu Pemain Film Tausiyah Cinta, Ressa Rere. Kak Rere, sapaan akrab Ressa Rere, mengatakan jodoh adalah cerminan diri. Persiapkan mental kita untuk mengurus suami dan anak.

“Bagaiamana caranya menikah secara islami, diantaranya dengan mempersiapkan ilmu sebanyak-banyaknya, dan mempersiapkan fisik,” ujar kak Rere.

Menurutnya, talk show ini bisa memotivasi orang-orang yang ingin menikah yang sebelumnya niat menikah bukan karena ibadah. Jodoh, rizky dan maut sudah diatur oleh Allah. Kuncinya saling memotivasi.

“Menikah itu pilihan, yang penting niatnya. Tidak harus cepat melainkan tepat pada waktunya,” imbuh pemain film Tausiyah Cinta dan Mengejar Halal yang saat ini juga tengah sibuk mengisi training dan pengajian ini.

Dijelaskannya, banyak motivator menyarankan untuk sukses usia muda, namun sekarang banyak juga motivator yang menyarankan untuk menikah muda.

“Jangan terburu-buru menikah, yang terpenting mantapkan hati, dan perbanyak ilmu. Kalau ditakdirkan menikah pasti menikah. Menjaga hati, jangan sampai menemukan cinta yang salah,” terang kak Rere saat diwawancarai usai acara.

Senada dengan kak Rere, Ustadzah Mia juga menambahkan bahwa menikah tidak dalam rangka menunjukkan siapa aku, siapa kamu. Tetapi berproses, sebelum menikah berdoa dan perbaiki diri.

“Nikah bukan untuk main-main. Sebelum menikah surga ada pada orang tua. Namun setelah menikah surga ada pada suami,” jelas Ustadzah Mia.

Sudah jelas bahwa pernikahan dalam rangka ibadah dan menyempurnakan separuh agama, salah satu caranya dengan mempersiapan diri meraih jodoh secara islami.

Dijelaskan Ustadzah Mia, di dalam surat Ar Rum ayat 21, Allah sudah ciptakan jodoh untuk kita semua. Jangan pernah ragu, yang penting terus memperbaiki diri.

“Baik secara fisik, nasab, harta dan agama, kita mencari yang kita yakin akan menerima kekurangan satu sama lain. Ingin menikah karena Allah. Empat hal, seperti fisik, nasab, harta dan agama adalah umumnya orang mencari jodohnya. Bukan berarti empat-empatnya harus terpenuhi. Keutamaannya adalah agama dan visi sama, yaitu surga. Menikah mewah belum tentu membahagiakan,” paparnya.

Suami yang baik bisa menuntun menuju surga serta bertanggung jawab dan bisa memuliakan istri.

“Kuncinya, menjaga hati dan ikhtiar karena Allah mengikuti persangkaan hambanya, ikuti Al Qur’an dan As Sunnah. Sibukkan diri dengan Al Qur’an, follow akun medsos yang bermanfaat,” pungkas kak Rere. (BJT01)

Tulis Komentar Pertama