Home Nasional Menhub Prediksi  Kenaikan Pemudik Dengan Kendaraan Pribadi

Menhub Prediksi  Kenaikan Pemudik Dengan Kendaraan Pribadi

Dok. Istimewa
Semarang, 12/6 (BeritaJateng.net) – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meyebutkan untuk lebaran 2015 ini  Posko Nasional Angkutan Lebaran 2015 waktunya akan lebih panjang, yaitu  mulai H1-15 hingga H2+9 (mulai tanggal 2 Juli hingga 27 Juli 2015). 

“Lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di perpanjang masa operasi lebarannya agar lebih siap dan masyarakat tidak mudik mendekati hari H semuanya,” jelas Jonan kepada wartawan di Solo Jawa Tengah tadi malam.

Selain itu lanjut Jonan, aturan bagi  angkutan truk yang masuk dalam kota kecuali untuk angkutan sembako juga kebutuhan pokok juga dilarang melintas mulai H-5 hingga H+2.

“Tahun lalu kebijakan pelarangan itu mulai mulai H-4 hingga H+1. Aturan  diberlakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan selama arus lebaran,” lanjut Jonan.  

Jonan juga memprediksi bahwa  angkutan umum berbasis jalan raya pada lebaran tahun ini diprediksi akan turun sampai 5 persen. Sedangkan diprediksi kendaraan pribadi naik 9 persen. Kereta Api (KA) naik 8,5 persen, untuk angkuta laut kenaikan sekitar 3 persen dan udara naik 2 persen.   

Justru yang patut diwaspadai adalah prediksi kenaikan pengguna  kendaraan pribadi. Mobil diprediksi naik 5,8 persen sedangkan untuk sepeda motor naik 7,7 persen.

Untuk tahun ini lanjut Jonan, jumlah angkutan umum yang disiapkan untuk lebaran 2015 juga mengalami peningkatan. Bus umum dari sekitar 43 ribu pada tahun lalu menjadi 44.800 tahun 2015. Tahun ini PELNI juga menyiapkan sebanyak 187 kapal atau naik dari tahun lalu yang hanya 174 kapal laut. 

Untuk pesawat terbang juga bertambah menjadi 450 pesawat dari sebelumnya 420 pesawat dari berbagai jenis. Jumlah gerbong KA yang disiapkan untuk lebaran tahun ini sebanyak 1.523 gerbong naik dari tahun lalu yang hanya 1.394 gerbong. 

“Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan  melakukan pemeriksaan secara random kepada operator angkutan lebaran untuk standar keselamatan,” pungkasnya. (BJ24/bj23)