Home Nasional Menhub : Kenyamanan dan Keselamatan Penumpang Perlu Ditingkatkan

Menhub : Kenyamanan dan Keselamatan Penumpang Perlu Ditingkatkan

IMG-20150722-WA0071

Semarang, 22/7 (BeritaJateng.net) – Menteri Perhubungan RI menilai kenyamanan dan keselamatan arus mudik lebaran tahun 2015 ini masih perlu banyak peningkatan.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan usai melakukan sidak di Bandara Ahmad Yani Semarang, Terminal Terboyo dan Stasiun Tawang Semarang.

Menurut Jonan, perlu pembangunan kembali agar lebih tertata di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Terminal Terboyo.

“Saya dari Jogja ke Semarang tadi langsung meninjau bandara Ahmad Yani Semarang, Terminal Terboyo lalu Ke Stasiun Tawang dan besok ke Pelabuhan Tanjung Mas. Jika dilihat dari bandara Ahmad Yani Semarang itu sudah tidak mencukupi kapasitasnya, karena penumpangnya sehari bisa mencapai 6ribu hingga 7ribu penumpang,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Jonan, perlu adanya perombakan khususnya pada ruang transit bandara. “Terminalnya sangat tidak mencukupi, dan saat ini Angkasa Pura I tengah melakukan  proses pembangunan dengan kisaran waktu satu hingga dua tahun,” ujar Jonan.

Pihaknya sudah meminta kepada Angkasa Pura I agar mencoba mengatur kembali area-area komersial untuk lebih ditata kembali sehingga ruang publik dapat menampung lebih banyak penumpang.

Sama halnya dengan Bandara Ahmad Yani, di Terminal Terboyo Menhub juga menyampaikan keprihatinannya.

“Kalau terminal bus Terboyo itu sudah sangat kuno sekali dan ini harus dibangun lagi lebih baik,” katanya.

Menurut Jonan, nantinya pada tahun 2017 pengelolan semua terminal tipe A akan kembali ke pemerintah pusat. Mulai tahun depan (2016,Red.) harus segera disiapkan pembangunannya.

Jonan juga mengkritisi adanya sarana angkutan bus yang tidak berfungsi dan membahayakan keselamatan penumpang.

“Seperti sarana angkutan bus, saya tadi melihat ada angkutan bus yang spedometernya tidak berfungsi, jika seperti itu berarti bis tersebut tak layak untuk beroperasi secara komersial, dan hal tersebut harus diperbaiki,” ungkapnya.

Padahal, tambahnya, pada masa operasi lebaran tahun ini, sebanyak 2500 kecelakaan telah terjadi dengan angka kecelakaan paling banyak terjadi pada angkutan umum dan kendaraan jalur darat di jalan raya.

“Jadi ini sudah ada ketentuan peraturannya, ini kedepan perlu kita terapkan untuk operasi lebaran kedepannya,” jelas Ignatius Jonan.(BJ06)