Home Lintas Jateng Memaknai Kelulusan Sekolah dengan Bersedekah

Memaknai Kelulusan Sekolah dengan Bersedekah

121
0
Memaknai Kelulusan Sekolah dengan Bersedekah
        BLORA, 3/5 (BeritaJateng.net) –  Kelulusan sekolah memang pantas untuk disyukuri, bahkan dirayakan. Namun bentuk syukur dan perayaan itu jangan sampai memancing ulah yang bisa menimbulkan rasa resah. Hal itu yang nampaknya ingin ditunjukkan oleh siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Blora ketika menerima pengumuman kelulusan, Kamis sore (3/5/2018).
        Ketika banyak teman sebayanya dari sekolah lain merayakan kelulusan dengan coretan tinta warna warni di seragam hingga berkonvoi keliling kota menggunakan kendaraan hasil pembelian orang tua. Siswa SMA Negeri 1 Blora ini justru secara spontanitas mengumpulkan uang saku mereka untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama lewat sedekah.
       Sore itu, menjelang matahari terbenam di ujung barat, Arivo, Briliyan, Ibad, Reza dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan dana dari seluruh teman seangkatan mereka untuk membeli puluhan bungkus makanan dan sembako.
        Dalam waktu beberapa jam saja, mereka telah berhasil mengumpulkan dana hampir satu juta rupiah. Memang tidak begitu besar. Namun niat tulus ikhlas berbagi kebahagiaan lewat bersedekah inilah yang dirasa sangat mulia.
        Menjelang azan maghrib berkumandang, mereka berkeliling Kota Blora membagikan nasi bungkus. Setelah sholat maghrib bersama, kegiatan sedekah dilanjutkan dengan menyalurkan bantuan sembako ke Panti Asuhan.
        Arivo Dwi Saputro, salah satu siswa pencetus kegiatan ini ketika dihubungi Kamis petang menerangkan bahwa gagasan bersedekah dalam merayakan kelulusan ini sebenarnya sudah direncanakan olehnya bersama beberapa teman ngopinya. Namun karena hasilnya tidak seberapa, maka gagasan ini ia sampaikan di kelompok yang lebih besar.
        “Kegiatan ini sudah kami rencanakan bersama teman-teman yang sering ngopi Mas. Tetapi tadi setelah dipikir-pikir uangnya tidak seberapa, kemudian kami memberikan woro-woro di grup whatsapp Smansa. Ternyata antusias dari teman-teman anggota grup tinggi mas, hingga akhirnya dana terkumpul sebesar Rp 910.000,-,” terang siswa kelas XII MIPA 5 ini.
       Dari dana sebesar itu, Rp 400.000,- digunakan untuk membeli nasi bungkus, kemudian Rp 300.000,- digunakan untuk membeli sembako. Sisanya diberikan secara tunai untuk donasi ke Panti Asuhan.
        “Nasi bungkus dibagikan oleh teman-teman kepada tukang becak, tukang parkir dan beberapa orang tua yang masih bekerja di jalanan. Sedangkan sembako dan uang tunai sisanya disalurkan teman-teman ke Panti Asuhan Safinatun Najah yang ada di Jl.Maguan-Tunjungan. Alhamdulillah kita merasa senang, selain senang karena lulus sekolah juga senang karena bisa berbagi dengan sesama,” lanjutnya.
        Menurutnya ada beberapa alasan mengapa dirinya bersama teman-teman satu angkatan memilih bersedekah ketimbang merayakan kelulusan dengan corat coret dan konvoi. “Alasan yang pertama adalah dari hati Mas. Hati kami merasa terpanggil untuk membagikan kebahagiaan kelulusan dengan sesama. Lalu yang kedua adalah menindaklanjuti pesan dari Kepala Sekolah yang melarang siswa Smansa untuk coret coret. Karena kalau dipikir-pikir coret coret kan juga mengeluarkan uang untuk beli pilox, tapi tidak bermanfaat. Toh seragam kita untuk kedepannya dapat disumbangkan ke adik kelas yang membutuhkan,” beber Arivo.
         Atas dasar itu, untuk mengisi kegiatan kelulusan mereka daripada tidak ada acara. Maka tercetuslah ide untuk bersedekah. “Masak saat lulusan tidak ada acara, ya kurang oke gitu rasanya. Terus kita memilih acara tersebut sekalian berbagi dengan sesama Mas,” pungkas Arivo.
        Septiya Risqi Umami, salah satu siswi SMA Negeri 1 Blora yang juga Mbak Duta Wisata Blora 2017 ini merasa bangga dan senang bisa mengikuti kegiatan sosial bersama teman-temannya disaat merayakan kelulusan.
        Septi yang duduk di kelas XII IPS 2 ini merasa kegiatan bakti sosial atau sedekah yang dilakukan bersama teman-temannya akan lebih bermanfaat ketimbang corat-coret dan konvoi di jalanan yang kerap membuat resah penduduk sekitar begitu juga orang tua sendiri.
        “Apapun hasil UN yang diperoleh, sebaiknya kita tetap bersyukur dan melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang di sekitar kita. Pesan saya agar siswa siswi yang telah lulus tetap menjadi siswa yang berkarakter bangsa Indonesia. Isi kelulusan kalian dengan hal yang postif, dengan begitu orang tua kalian akan lebih bangga,” ucap Septi.
         Terpisah, Taufan Affandi salah satu guru SMA Negeri 1 Blora ketika dimintai tanggapan atas kegiatan yang dilakukan anak didiknya itu, menyatakan rasa bangganya memiliki siswa yang berhati mulia.
         “Kami mewakili seluruh guru, sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Karena uforia kelulusan seperti ini sangat langka. Selain menunjukkan kepedulian sesama, kegiatan ini juga bisa memupuk solidaritas kebersamaan. Semoga kegiatan anak-anak Smansa ini bisa dijadikan contoh untuk adik-adik kelas tahun berikutnya dan mungkin juga untuk sekolah lainnya,” kata Taufan, yang dalam kesehariannya mengajar mata pelajaran seni budaya ini.
         Untuk diketahui, di tahun kelulusan 2018 ini seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Blora baik jurusan MIPA maupun IPS dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan dilaksanakan Kamis sore dengan mengundang seluruh orang tua / wali murid. (El)