Home Lintas Jateng Melestarikan Tradisi Sambatan

Melestarikan Tradisi Sambatan

image

Blora, 16/4 (Beritajateng.net)-Wakil Ketua DPRD Blora HM Kusnanto telah menyimak keluh kesah warga Dusun Wontrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo ketika berkunjung. Tradisi Sambatan mendirikan rumah di pedesaan dinilai makin tergilas, oleh karenanya perlu dibumikan sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong di pedesaan.

“Saya menyimak yang disampaikan oleh warga Wotrangkul, bahwa tradisi Sambatan mendirikan rumah masih melekat dan membumi di wilayah tersebut. Itu artinya rasa solidaritas hidup bertetangga masih tinggi. Perlu dibumikan sehingga tidak tergilas,” ujarnya, Kamis (16/4).

Menurut mantan kepala desa Jiken tersebut, pekerjaan borongan mendirikan rumah di beberapa wilayah desa mengakibatkan  tradisi Sambatan mendirikan rumah menjadi tergilas. Padahal, dengan Sambatan bisa memupuk tali persaudaraan yang tanpa pamrih.

“Namanya sambatan itu harus muncul dari dalam kesadaran diri, sebab Sambatan itu jelas tanpa pamrih untuk mendapatkan upah, lain kalau sudah borongan, biasanya dipatok harga berdasarkan ukuran besar  dan lebar rumah yang akan didirikan,” katanya.

Sementara itu  Kamituwo Wotrangkul, Parjo, mengungkapkan, bahwa tradisi Sambatan di wilayahnya masih sangat kental. Bahkan para warga yang mengetahui jika ada tetangganya ada yang akan mendirikan rumah, tanpa disuruh, mereka menyumbang gula, teh, kopi atau jajanan.

“Warga Wotrangkul masih guyub kalau Sambatan mendirikan rumah, malah jika yang diundang Sambatan sepuluh orang, yang datang bisa lebih dari itu. Sedangkan para ibu-ibu biasanya menyumbang gula,teh kopi atau jajanan,” kata Parjo di hadapan Kusnanto.

Menurutnya, tidak hanya pada saat mendirikan rumah, tetapi pada saat warga punya hajat atau gotong royong membangun infrastruktur, para warga Wotrangkul rela untuk Sambatan. (BJ31)

Advertisements