Home Ekbis Melalui E-Retribusi, Pemkot Semarang Optimis Target Rp. 30 M Retribusi Pasar Tercapai

Melalui E-Retribusi, Pemkot Semarang Optimis Target Rp. 30 M Retribusi Pasar Tercapai

163
0
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto meninjau pasar-pasar tradisional di Semarang
       Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Mendukung program pemerintah pusat terkait pengurangan transaksi secara tunai, Pemerintah Kota Semarang, melaunching penarikan retribusi secara online, bernama E Retribusi.
        Dalam penerapan E Retribusi ini, setidaknya pemkot Semarang, dalam Hal ini Dinas Perdagangan menggandeng dua perbankan, yakni Bank Jateng dan BNI.
       Mekanisme dari penarikan retribusi secara online ini, yakni petugas retribusi dari dinas perdagang akan membawa alat dari perbankan, mendatangi satu persatu pedagang untuk ditarik biaya rutin retribusi. Sedangkan sebelumnya pedagang akan dibekali sebuah kartu khusus atau E- Money yang memiliki saldo uang, caranya pun tinggal menempelkan kartu milik pedagang ini ke alat dan secara otomatis saldo akan terpotong sendirinya.
         Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto saat ditemui disela-sela acara launcging E Retribusi di pasar Pedurungan, menyebutkan launcing E Retribusi ini bukan karena adanya kebocoran dalam penarikan retribusi, hanya saja penerapan sistem ini untuk melindungi petugas yang berhubungan langsung dengan retribusi supaya petugas dapat bekerja dengan nyaman dan aman.
        “Kami menggandeng perbankan telah mulai menerapkan E retribusi, yakni penarikan retribusi pasar yang dilakukan secara non tunai. Dengan penerapan sistem ini, Dinas Perdagangan Optimis mampu meraih pendapatan dari sektor retribusi pasar senilai 30 miliar rupiah ditahun 2018 ini sesuai target yang dibebankan kami,” katanya.
         Cara ini, menurutnya dinilai akan lebih optimal dalam sisi pendapatan, sementara untuk penerapannya akan dimulai pada bulan Juni nanti setelah pedagang mendapat pelatihan dari petugas dinas pasar. Fajar mengungkapkan nantinya dari 52 pasar yang ada dikota Semarang, semuanya akan menerapkan sistem penarikan retribusi secara online.
        “Target kami 2019 semua pasar sudah menggunakan E Retribusi ini. Saya jadi optimis target PAD dari sisi Retribusi kita capai minimal mendekati Rp, 28-29 Miliar. Soalnya ditahun 2019 target naik menjadi RP. 33,5 Miliar,” tambahnya.
        Sementara itu, salah satu pedagang di pasar Pedurungan, Sudarnanik, menyebutkan meski mendukung dengan penerapan sistem pembayaran secara online ini, namun Ia berharap agar dinas Perdagangan dapat memberikan pelatihan terhadap pedagang.
        Hal itu lantaran sampai saat ini pedagang baru diberikan sosialisasi saja, sedangkan pelatihan kepada pedagang belum terlaksana.
        “Kemarin sudah disosialisasikan sama dinas Perdagangan. Cuma caranya gimana menggunakan alat itu kita belum dikasih tau. Ya semoga dinas segera melakukan pelatihan kepada kami para pedagang. Apalagi dari pedagang yang jual kebanyakan sudah berumur ada yang tidak tahu soal onlin,” keluh Nanik sapaan akrabnya. (El)