Home Headline Melakukan Penipuan, WNA Ditangkap Polisi

Melakukan Penipuan, WNA Ditangkap Polisi

penipuan

Semarang, 4/11 (BeritaJateng.net) – Pelaku penipuan yang melibatkan jaringan Internasional dengan omset Milyaran Rupiah dibongkar Sat Reskrim Polrestabes Semarang.

Salah satu pelaku merupakan Warga Negara Asing yakni Ikwuka Gilbert U (33) berkebangsaan Nigeria. Sementara satu pelaku lain bernama Rosida Butar B (39) warga Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara yang tak bukan istri dari Ikwuka. Keduanya tinggal bersama di sebuah apartemen yang ada di Jakarta Timur.

Kedua pelaku tersebut di tangkap di tempat yang berbeda pada hari Jumat (30/10). Ikwuka ditangkap di apartemennya, Pulo Gebang, Jakarta Timur. Sedangkan istrinya Rosida alias Irma Wulandari alias Nurmala ditangkap di tempat tinggalnya, Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara.

Rosida dinikahi Ikwuka untuk dijadikan alat, guna mengelabuhi para korban. Saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (4/11) siang, sang istri terus-terusan menangis saat ditanya petugas.

Dengan tangan diborgol, Rosida menceritakan awal hubungannya dengan pria yang berasal dari Nigeria itu.

“Saya mengenalnya saat kerja sebagai TKI di Malaysia. Kemudian saya balik di Indonesia, kerja di sebuah restoran,” bebernya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku memanfaatkan media sosial untuk mencari sasaran korban. Pada beberapa akun media sosialnya, ia menggunakan foto profil orang lain yang dapat membuat lawan jenis atau calon korban merasa tertarik.

Salah satu korban bernama Tanti (34) warga Kabupaten Rokan Hilir Riau mengalami kerugian hingga Rp. 26.800.000.

Saat itu, tepatnya pada hari Senin (12/10) korban dijanjikan hadiah oleh pelaku yang mengaku sebagai teman korban. Hadiah itu berbentuk paket yang isinya berupa perhiasan, handphone dan uang sejumlah empat ratus ribu dolar.

Oleh sindikat pelaku ini, Rosida diminta suami untuk mengaku kerja di sebuah agen kargo pengiriman barang.

Lalu, Rosida betindak sebagai perantara yang tugasnya menghubungi korban. Dengan dalih untuk menyelesaikan pembayaran pajak barang, ia meminta korban (Tanti) untuk mengirimkan sejumlah uang.

Karena tidak menaruh curiga, korban yang bekerja di Kota Semarang itu lalu mengirimkan uang sebanyak tiga kali dengan jumlah total mencapai dua puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah di sebuah ATM yang berada di Puri Anjasmoro Semarang.

“Saya hanya tau itu sebuah hadiah, tapi tidak mengetahui apa itu isi paketnya. Saya hanya diminta untuk mencoba korban agar dapat mentransfer sejumlah uang,” ujar Rosida.

Setelah Rosida berhasil memperdayai korban, uang itu kemudian ia transfer kembali kepada Peter Wiliam yang berada di Malaysia lewat seseorang yang bernama Jhonson warga negara Nigeria yang tak lain merupakan bagian dari sindikat pelaku atau teman dari pada suaminya.

“Saya transfer lagi ke teman suami saya. Saya dapat bagian atau keuntungan Rp. 2.200.000,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menyatakan masih terus dalami kasus ini dengan bekerja sama dengan Interpol.

Dijelaskannya, nilai transaksi sindikat pelaku ini cukup besar yakni mencapai Rp. 1,8 Milyar. Sementara korbannya tidak hanya dari warga negara Indonesia saja, melainkan dari berbagai belahan dunia seperti Malaysia, China dan Nigeria.

“Modusnya mengawini orang setempat. Kalau korban perempuan, pelaku memakai foto orang tampan di akun media sosialnya,” kata Burhanudin.

Kapolrestabes menambahkan para tersangka sudah hampir 2 tahun tinggal di Jakarta. Namun, untuk aksi penipuannya ini tersangka mengaku baru menjalankan selama 6 bulan.

Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa 4 buah tabungan dari bank yang berbeda, sebuah paspor, 1 laptop dan 9 buah handphone serta barang bukti lainnya.

“Untuk proses hukum selanjutnya, kini kedua tersangka diamankan di Mapolrestabes Semarang. Kita akan jerat dengan Pasal 378 KUHP,” tandas Kapolrestabes. (Bjt02)