Home Headline Megawati: Ini Bukan Kampanye, Ini Persiapan Menghadapi Tahun Politik

Megawati: Ini Bukan Kampanye, Ini Persiapan Menghadapi Tahun Politik

193
0
Orasi Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri.
        SOLO, 12/5 (BeritaJateng.net) –  Dibuka dengan salam metal (nomor urut PDIP sebagai peserta Pemilu) Ketua umum DPP PDIP,  Megawati Soekarnoputri, membakar semangat  kader partai dalam apel siaga yang berlangsung di stadion Manahan Solo, Jumat (11/05/2018). Kepada pendukunganya Megawati sampaikan pertama kali dirinya melakukan kampanye di tahun 1986 di Demak yang dihadiri hanya 50 orang saja.
        “Saat itu awal saya bergabung dengan partai yang dulunya bernama PDI di bawah kepemimpinan Suryadi. Saat itu (kampanye) hanya 50 orang saja. Saat itu saya katakan, apakah terus dilanjutkan pak? Jawaban pak Suryadi saat itu, tetap dilanjutkan,” ungkap Megawati.
        Hingga lambat laun, dirinya berkeliling Jawa tengah dan berkampanye untuk PDI, massa yang hadir semakin bertambah banyak. Awalnya hanya 100, 300, 4000 dan diakhir masa kampanye, yang hadir di lapangan mencapai 10.000.
        “Saat ini,  PDI yang telah berubah nama menjadi PDIP menguasai Jawa Tengah. Namun saya tegaskan ini bukan kampanye. Ini merupakan persiapan menghadapi tahun politik,”  terang Megawati.
        Sementara itu  saat berlangsnya apel siaga  walikota Solo  FX Hadi Rudyatmo, sebagai komanadan upacara. Sedangkan Puan Maharani bertindak sebagai Inspektur upacara.  Sedankan calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dipercaya membacakan Dedication of Life, yang merupakan karya bung Karno.
         Dalam sambutannya, Puan Maharani sampaikan di tahun tahun 2018 dan 2019, Indonesia, memasuki tahun politik. Sejumlah daerah  menggelar pemilihan gubernur dan kepala daerah di tahun 2018.
          “Kepada seluruh kader partai, siap menghadapi kedua momen politik ini. Tetap jaga soliditas. Kemenangan akan dapat kita raih, jika seleuruh kader tetap solid,” tegasnya.
         Puan Maharani juga sampaikan  berbagai cara dilakukan untuk mencapai ambisi politik, seperti politisasi agama, menyebarkan kebencian melalui media sosial dan hal tersebut menjadi tantangan besar bagi PDIP.
         “Ini tantangan bagi seluruh kader partai. PDIP harus siap mengahadapi tantangan ini. Tantangan ini harus kita jawab dan harus kita hadapi,” tutupnya. (db/El)