Home Hukum dan Kriminal Media Dituntut Berimbang dalam Pemberitaan Teroris

Media Dituntut Berimbang dalam Pemberitaan Teroris

ilustrasi

Semarang, 4/12 (BeritaJateng.net) – FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme)Jawa Tengah bekerja sama dengan PWI, PRD Korwil Jateng menggelar Diskusi Peran Media dalam mencegah Radikalisme dan Terorisme di Aula Kantor Kesbanglinmas Provinsi Jawa Tengah jalan Kimangun Sarkoro Semarang.

Hendro Basuki dari PWI pusat dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa dalam pemberitaan mengenai radikalisme dan terorisme harus sesuai dengan kode etik jurnalistik dan pemberitaan harus berimbang.

“Selama ini banyak beberapa media yang hanya memberitakan bukan menjelaskan, harusnya mengutamakan edukasi dibandingkan dengan komersiallisasi. Media harus memiliki referensi yang cukup dan tak mudah terkena arus, selain itu juga memberitakan yang arif dan mengedepankan hati nurani dalam memberitakann korban-korban terorisme dan media dapat membantu masyarakat membaca keadaan,” katanya.

Lanjutnya, para wartawan di Indonesia sebagian besar hanya dapat memberitakan permukaannya saja dalam radikalisme dan terorisme, sebab mereka para wartawan memang selama ini mengalami kesulitan untuk masuk kedalam terorisme, maka pemberitaan selama ini menjadi permukaannya saja.

Sementara itu Machmudi Yusuf seorang mantan pelaku jihadist menyampaikan bahwa dirinya sudah merasakan perjalanan dari Jihad mulai tahun 1990 hingga 2000.

Selain itu ia merasa terkadang pemberitaan di media berbeda dengan apa yang kita rencanakan, dan terkesan menjadi heboh atau berlebih.

“Justru saya setelah bebas dari Lembaga permasyarakatan ini yang merasa susah jika ingin kembali ke masyarakat, karena selama ini terorisme pemberitaanya begitu besar pengaruhnya. Ya kmungkinan memang media hanya dapat informasi yang hanya ada dipermukaan saja,” tuturnya.

“Seharusnya media juga dapat memberikan pemberitaan yang dapat berimbang mengenai radikalisme dan terorisme,” harapnya.(BJ06)