Home Ekbis MEA Bukan Momok, Tapi Tantangan Masa Depan

MEA Bukan Momok, Tapi Tantangan Masa Depan

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.net) – Seorang Humas atau Public Relations dapat disebut sebagai tombak sebuah perusahaan untuk menjalin hubungan baik dengan stakeholder. Untuk menjawab pernyataan tersebut dalam menghadapi MEA yang berlangsung mulai 1 Januari 2016 lalu, para mahasiswa D-III Hubungan Masyarakat FISIP UNDIP diharapkan tidak perlu mencemaskan soal MEA tersebut.

“Kita tidak perlu mencemaskan soal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tersebut karena apa? Pertama kita ketahui bersama bahwa Indonesia sendiri sudah menganut tentang pasar bebas artinya sebelum MEA berjalan kita sudah masuk pada konsep pasar bebas. Kedua, kompetisi merupakan suatu keharusan. Dan yang memenangkan kompetisi itu adalah mereka yang punya keunggulan dibanding yang lain.” Ujar Ketua Prodi D-III Hubungan Masyarakat Drs. Wiwid Noer Rachmad ketika diwawancarai Rabu (30/12).

Tanpa adanya MEA sekalipun setiap 4 tahun sekali D3 Hubungan Masyarakat FISIP UNDIP selalu melakukan evaluasi terhadap kurikulum agar mampu memenuhi kebutuhan pasar saat ini.

Program evaluasi 4 tahunan sekali ini tidak akan merubah kurikulum yang ada melainkan lebih kepada usaha untuk memperbarui muatan materi pada setiap mata kuliah. Untuk membedakannya dari yang lain, setiap mahasiwa dituntut memiliki keahlian secara spesialis seperti berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Ya, tantangan MEA adalah mampu bersaing sesuai kompetensi Internasional yang didukung penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Menguasai bahasa Inggris bukan kebutuhan melainkan keharusan artinya peluang kita semakin kecil jika kita tidak menguasai bahasa inggris,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya memberikan pembekalan mata kuliah bahasa inggris di D-III Humas, fokus mengajarkan kemampuan untuk berbicara dan menulis bahasa inggris dengan baik dan benar. Mereka yang berhasil adalah mereka yang mempersiapkan diri sejak dini.

“Perlu diingat bahwa perusahaan tidak mencari mahasiswa yang lulus cepat dengan IPK yang tinggi melainkan individu yang mempunyai pengalaman dan mau berkompetisi.” tambah Wiwid panggilan akrab dari mahasiswa-mahasiswi D-III Humas Undip.

Untuk itu semua lanjutnya, pihaknya berpesan kepada para alumni prodi ini untuk memaksimalkan apa yang telah dipelajari selama menuntut ilmu selama 3 tahun agar dapat mampu menjadi seorang Humas yang dapat berkompetisi di skala Internasional.

“Dapat dimulai dengan menjadi PR perusahaan bonafit dan berskala Internasional yang mengedepankan skill, serta menjadi praktisi ataupun konsultan PR untuk berbagai perusahaan,” pungkasnya. (BJ)