Home Headline Mbak Ita Ingin ‘City Walk’ Segera Diberlakukan Di Kota Lama

Mbak Ita Ingin ‘City Walk’ Segera Diberlakukan Di Kota Lama

326
0
Wakil Walikota Semarang yang juga merupakan Ketua BPK2L menunjukkan progres ducting proyek revitalisasi dan pembangunan infrastruktur Kota Lama Semarang.
*** Dishub Kota Semarang Lakukan Rekayasa dan Ujicoba Lalulintas di Kawasan Kota Lama Semarang
        Semarang, 20/4 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Lama Semarang dengan menutup jalan utama yaitu Jalan Letjend R Suprapto. Rekayasa tersebut bagian dari ujicoba pengaturan lalu lintas di Kota Lama agar bersih dari kendaraan.
        Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, ujicoba tersebut sudah dimulai beberapa hari lalu. Ujicoba itu untuk menemukan sistem pengaturan yang tepat ketika nantinya diterapkan di kawasan tersebut.
        “Kami ingin nantinya Kota Lama bersih dari kendaraan sehingga untuk pengaturan lalu lintasnya harus tepat agar justru tidak menimbulkan kesemrawutan,” kata Ita, sapaannya, Jumat.
       Setelah bersih dari kendaraan, kawasan Kota Lama nantinya akan dijadikan area citywalk yang seluruh aktivitas di dalamnya harus berjalan kaki. Hanya saja, penataan tersebut baru akan diterapkan setelah pembangunan Kota Lama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selesai.
       Sebagai pendukung penataan tersebut, lanjut Ita, BPK2L telah menyiapkan beberapa kantong parkir bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kota Lama. Yaitu di depan Satlantas atau eks Hotel Yansen, Sendowo, dan Sleko. Pihaknya berencana menambah kantong parkir di lahan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Garuda.
       “Karena masih ujicoba, jadi wajar kalau ada pro dan kontra. Tapi kami membangun Kota Lama agar lebih baik. Jalur tengah nanti jadi citywalk, kendaraan lewat jalur pinggir,” ucapnya.
        Terkait pembangunan dengan anggaran Rp 156 miliar dari Kementerian PUPR, kata Ita, saat ini progresnya masih sesuai jadwal. Kementerian melakukan pembangunan jalan, drainase dan pemasangan ducting yang saat ini sampai Jalan Letjend Suprapto. Ditargetkan, pembangunan jalan tersebut akan sampai titik Taman Srigunting pada akhir April ini.
        Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik menambahkan, dilakukannya rekayasa lalu lintas yang sekaligus ujicoba tersebut memang untuk mencari pola alur kendaraan yang tepat saat melintas di Kawasan Kota Lama. Hal itu untuk mendukung penataan Kota Lama agar bersih dari kendaraan.
         “Tapi untuk sementara ini, kami ingin mengurai penumpukan kendaraan yang terjadi di titik Bugangan. Hal itu karena adanya pembangunan jalan dan drainase oleh Kementerian PUPR,” katanya.
         Rekayasa lalu lintas yang dilakukan yaitu seluruh kendaraan dari arah timur dilewatkan Jalan Merak sampai ke jembatan Berok dan menuju pusat kota. Alternatif lain, kendaraan bisa melalui jalan Sendowo dan Kepodang menuju jembatan Berok.
        “Kami berkoordinasi dengan Satlantas agar bagaimana mengurangi crossing yang terjadi di Jalan Cendrawasih agar kemacetan tidak parah. Di beberapa titik, kami juga sudah menempatkan petugas agar mengarahkan kendaraan,” ucapnya.
         Dari hasil rekayasa lalu lintas ini nantinya akan dievaluasi dan dikaji ulang apakah efektif diterapkan sebagai perubahan jalur kendaraan nantinya. Jika kurang efektif, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan jalur yang dipakai.
         “Kami kaji lagi sesuai kebutuhan. Kami evaluasi dampaknya juga. Tapi untuk sementara ini terkait pembangunan agar tidak terganggu dengan penumpukan kendaraan di sana,” paparnya. (El)