Home DPRD Kota Semarang Mbah Uban, Sang Kakek Relawan Damkar

Mbah Uban, Sang Kakek Relawan Damkar

595
0

Semarang, 1/10 (Beritajateng.net) – Marsudi (53), warga Jalan Raden Patah, Kampung Mbedug RT 2 RW 4, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, patut menjadi salah satu warga Kota Semarang yang dibanggakan. Pasalnya di usianya yang tidak lagi muda, ia masih terus mengabdi sebagai relawan pemadam kebakaran. Di kota ini, Marsudi atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Uban, hanya seorang diri yang mengabdi sebagai relawan pemadam kebakaran. Belum ada lagi kawan seperjuangan, yang ikut berjibaku bersamanya saat dibutuhkan.

Menurut Mbah Uban, ada baiknya jika personel seperti dirinya ditambah. Namun memang semua itu tergantung dari panggilan hati, karena sebagai relawan ia tahu bahwa tidak bisa berharap banyak. Apalagi mengharapkan gaji atau segala fasilitas dari pihak pemerintahan. “Saya kerja sebagai relawan mas, tanpa gaji. Namun saya tetap berharap ada lagi yang mau bekerja seperti saya,” harap Mbah Uban, saat ditemui di rumahnya (01/10).

Bantuan datang dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur. Mbah Uban mendapatkan sepeda motor roda tiga dengan peralatan pemadam. Walau hanya sebagai barang inventaris, namun Mbah Uban merawatnya dengan baik. “Motor ini harus selalu siap mas, karena bila ada kebakaran saya harus berangkat. Kalau tidak saya sedih sekali, gelo mas. Kalau pakai motor kan bisa masuk ke areal dengan akses yang sempit,” ujarnya lagi.

Memang kadang bila lokasi terlalu jauh, Mbah Uban lebih sering mengurungkan niatnya untuk berangkat. Pada awalnya memang, Mbah Uban dan sepeda motor pemadam ini hanya melayani kawasan Kelurahan Rejo Mulyo, namun seiring berjalannya waktu, kadang kawasan di luar kelurahanpun meminta bantuannya.”Kalau hanya kelurahan ini (Rejomulyo), fasilitas yang diberikan ke saya seperti tidak berguna mas, namun setelah diperbolehkan keluar wilayah terbukti bermanfaat,”aku Mbah Uban. (NG/BJ)