Home Headline Masyarakat Kalipucung Deklarasikan Pilkada Tanpa Politik Uang

Masyarakat Kalipucung Deklarasikan Pilkada Tanpa Politik Uang

127

SEMARANG, 20/11 (Beritajateng.net) – Sejumlah elemen masyarakat di Dusun Kalipucung, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang melakukan deklarasi Tolak Politik Uang pada Pilkada 2020. Mereka berkomitmen mewujudkan Pilkada Kabupaten Semarang yang damai, transparan, dan tanpa money politics.

Kepala Desa Genting, Muhlasin mengatakan wilayahnya sejak dulu berkomitmen mewujudkan demokrasi anti politik uang.

“Sejak dulu masyarakat sudah sepakat ingin memilih sesuai hati nurani, tanpa tekanan, dan tanpa iming-iming imbalan apapun,” ungkapnya usai deklarasi yang dihadiri beberapa elemen masyarakat seperti pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anggota Karang Taruna desa setempat, Kamis (19/11).

Muhlasin menegaskan, komitmen pilkada tanpa politik uang tersebut akan diwujudkan dalam Pilkada Kabupaten Semarang pada 9 Desember nanti. Setiap elemen masyarakat di dusun tersebut sepakat akan menolak setiap adanya money politik di wilayahnya.

“Karena itu kami menggelar deklarasi ini,” ungkapnya.

Pilkada Kabupaten Semarang sendiri diikuti dua pasangan calon yaitu Bintang – Soni (Bison) dan Ngesti – Basari (Ngebas).

Sementara Camat Jambu, Moh Edy Sukarno mengaku bangga dengan inisiatif warga tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan warga dusun tersebut bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

“Inisiatif warga sangat bagus. Hal ini mestinya tak hanya dilakukan di Dusun Kalipucung, tapi juga di wilayah lain,” katanya.

Dia menambahkan, sudah seharusnya demokrasi memberi ruang bagi warga untuk menggunakan hak pilih tanpa tekanan dan imbalan apapun.

“Ke depan memang harus dirintis format demokrasi yang idealis, bukan pragmatis,” katanya.

Dusun Kalipucung sendiri memiliki Wisata Wisata Edukasi yang lahir dari pemikiran warga setempat. Ada beberapa daya tarik yang ditawarkan di desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung itu. Diantaranya wisata budaya, permainan anak tradisional, edukasi pertanian hingga wisata religi.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 1 =