Home Lintas Jateng Masyarakat Cilacap Diminta Tetap Waspada Banjir dan Longsor

Masyarakat Cilacap Diminta Tetap Waspada Banjir dan Longsor

image

Cilacap, 18/3 (Beritajateng.net) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor meskipun intensitas hujan cenderung menurun.

“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), hujan masih akan berlangsung hingga akhir Maret dengan intensitas yang cenderung menurun,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Supriyanto di Cilacap, Rabu (18/3).

Bahkan, kata dia, BMKG juga memprakirakan awal musim kemarau di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya akan berlangsung pada awal Juni 2015.

Kendati intensitas hujan cenderung menurun, dia mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor masih berpotensi terjadi karena gangguan cuaca di wilayah selatan ekuator.

“Seperti hujan yang mengakibatkan banjir di Sidareja dan sekitarnya pekan lalu, itu karena pengaruh dua siklon tropis yang terjadi di Australia,” katanya.

Selain hujan, kata dia, banjir yang melanda Sidareja dan sekitarnya juga disebabkan oleh luapan Sungai Cibereum dan Sungai Cidurian yang masuk ke Sungai Cimeneng yang bermuara di Segara Anakan.

Dengan demikian, kata dia, Sidareja dan sekitarnya tetap berpotensi terjadi banjir meskipun yang diguyur hujan hanya wilayah-wilayah bagian utara.

“Bupati Cilacap telah mengeluarkan surat edaran ke kecamatan-kecamatan terutama yang rawan bencana banjir dan longsor, agar masyarakat setempat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana itu,” katanya.

Supriyanto mengatakan saat ini, pihaknya juga sedang memetakan daerah rawan bencana kekeringan maupun krisis air bersih meskipun musim hujan masih berlangsung.

“Kami berupaya mengantisipasi bencana itu sedini mungkin,” katanya.(ant/BJ)

Advertisements