Home News Update Masuk Pelabuhan Tanjung Emas, Sopir Trailer Wajib Pakai ID dan RFID

Masuk Pelabuhan Tanjung Emas, Sopir Trailer Wajib Pakai ID dan RFID

Bongkar Muat di TPKS 384.867 Teus_inset
Ilustrasi

Semarang, 5/2 (Beritajateng.net) – Terminal Petikemas Semarang (TPKS) akan mewajibkan seluruh sopir trailer mengenakan kartu identitas (ID-card) serta radio frequency identification (RFID) yang dipasang di masing-masing trailer, selain menggunakan alat pelindung diri seperti rompi, helm, dan sepatu.

General Manajer TPKS Iwan Sabatini di Semarang, Kamis, mengatakan penerapan penggunaan id-card dan RFID tersebut akan resmi dilakukan September 2015 dan pada tahap awal, saat ini terus dilakukan sosialisasi kepada Organda dan pengguna jasa trailer peti kemas yakni para sopir dan pengusaha.

Iwan menegaskan sosialisasi ID-card dan RFID terus dilakukan karena saat ini tengah dilakukan perluasan dermaga baru dan nantinya akan ada 11 automation RTG yang seluruhnya dioperasikan secara otomatis atau tanpa petugas.

“Pembangunan dermaga sudah mencapai 73 persen dan diperkirakan akan selesai akhir 2015, sehingga dapat dioperasikan awal 2016. Jadi begitu dermaga dioperasikan, semuanya sudah siap (RFID dan ID-card sopir trailer),” kata Iwan Sabatini seusai melihat lokasi proyek perluasan dermaga.

Ia menegaskan dengan RFID dan ID-card, juga akan memberikan jaminan keselamatan kerja, ketertiban dan keamanan, kelancaran receiving dan delivery, serta menghasilkan kinerja ekspor dan impor yang baik karena ada tuntutan para sopir trailer memperhatikan rambu-rambu dalam area peti kemas.

Pada tahap sosialisasi, lanjut Iwan, Organda juga melakukan pendataan karena masih banyak pengusaha yang belum terdaftar sebagai anggota.

“Nantinya trailer yang tidak ada RFID tidak dapat masuk ke TPKS dan kebijakan ini juga dapat mengetahui mana yang bukan domisili Semarang. Untuk yang dari luar daerah, bisa saja nanti dibuatkan id-card visitor satu hingga tiga kali. Tetapi setelah itu, juga diwajibkan memiliki RFID,” katanya.

Ketua Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Slamet Rusman menambahkan bahwa hasil pendataan ulang tercatat 1.500 trailer dan 570 nontrailer sehingga totalnya mencapai lebih 2.000 angkutan.

“Jumlah tersebut kami perkirakan akan bertambah. Organda tidak membatasi umur kendaraan, hanya saja kami meminta kendaraan layak jalan seperti aman atau tidak macet di lapangan penumpukan (container yard/CY). Kami terus meminta bagi yang belum terdata sejak pertengahan November 2014 sampai sekarang, dapat segera mendaftarkan diri,” kata Slamet.(ant/Bj02)