Home Lintas Jateng Masuk Musim Hujan, BPBD Himbau Waspada Tanah Longsor

Masuk Musim Hujan, BPBD Himbau Waspada Tanah Longsor

81
0
Tanah longsor di Semarang
         Semarang, 4/10 (BeritaJateng.net) – Pembangunan sarana dan prasarana yang hingga kini belum selesai memicu banjir terjadi di wilayah Kaligawe dan sekitarnya, dan ditambah kotoran sampah yang berserakan di saluran-saluran.
         Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan bahwa, hujan yang terjadi beberapa hari lalu merupakan, akibat perubahan cuaca yang mengingatkan kita untuk waspada memasuki musim hujan.
          “Minggu malam lalu, curah hujan memang cukup tinggi, ditambah air rob dari laut yang merambah ke darat mengakibatkan, kawasan Kaligawe dan sekitarnya terjadi banjir,” kata Agus.
           Ia juga mengatakan bahwa pembangunan sarana dan prasarana saluran di sekitar Tlogosari juga menjadi penyebab aliran air tidak dapat lancar mengalir ke muara, sehingga yang terjadi air hujan mengalir ke darat dan terjadi banjir.
            “Kondisi banjir ini juga dipicu dengan bersamaan dengan rob, sehingga aliran air tidak dapat menuju ke muara laut,” tambahnya.
           Menurut Agus, BPBD Kota Semarang kini sudah membuka posko 24 jam. Posko di kantor BPBD Penggaron Kecamatan Pedurungan siap meluncur ke lokasi bencana tanah longsor, maupun banjir yang membuat warga sekitar menjumpai masalah.
            “Begitu ada laporan warga terhadap informasi bencana tanah longsor atau banjir, petugas BPBD langsung meluncur ke lokasi,” tambahnya.
          Tetapi, sambung Agus, BPBD Kota Semarang juga sudah membentuk KSB (Kelurahan Siaga Bencana). Tiap kelurahan sudah ada relawan yang siap membantu terhadap masalah kemanusiaan.
          “Dari 177 kelurahan yang ada di Kota Semarang,  ada 54 kelurahan siaga bencana yang berpotensi di wilayah kelurahan tersebut rawan bencana tanah longsor atau banjir,” tambahnya.
             Dikatakan, karakteristik dari 54 KSB itu berbeda-beda. Misal, seperti di wilayah Tembalang, Gunungpati, Ngaliyan, wilayah tersebut rawan tanah longsor. Sedangkan, Kelurahan Tanjungmas, Kaligawe, Sawah Besar merupakan daerah rawan banjir.
            “Demikian pula, daerah kekeringan juga ada sendiri,” tambahnya. (El)