Home Kesehatan Masuk Daerah Endemi DBD, Colomadu Gencarkan Gerakan ‘PSN’

Masuk Daerah Endemi DBD, Colomadu Gencarkan Gerakan ‘PSN’

333
0
U

Karanganyar, 14/4 (BeritaJateng.net) – Camat Colomadu Yopi Jati Wibowo menyebutkan  antisipasi penyebaran jentik nyamuk penyebab demam berdarah terus digiatkan di wilayah Colomadu. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN), rutin dilakukan pihak Muspika dan juga Puskemas secara rutin setiap Jumat pagi,” jelas Yopi, Kamis (14/2/2106).

Pasalnya wilayah Colomadu sendiri masuk dalam endemi demam berdarah. Penyebaran penyakit demam berdarah (DB) sering berjangkit di wilayah kelurahan Ngasem, Malangjiwan, Bolon, Gajahan, Blulukan, Baturan, juga Gedongan.

Selain Kecamatan Colomadu wilayah lain di Kabupaten Karanganyar yang masuk endemi DBD adalah Jaten, Gondangrejo, Kebakkramat, dan Karanganyar.

Pihak Kecamatan juga rutin menghimbau pada masyarakat agar  menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya terutama penampungan air, juga saluran air.

“Colomadu memang endemi demam berdarah. Sebab selama ini kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat rendah,” paparnya.

Warga harus intensif melakukan pemantauan jentik-jentik nyamuk di bak mandi dan juga penampungan air. Warga juga mewaspadai  kaleng atau gelas plastik bekas wadah minuman yang terisi air agar airnya dibuang.

Karena tempat-tempat itu dinilai sebagai tempat ideal nyamuk penyebab sakit chikungunya dan DBD berkembang biak. Sehingga ketika ada tempat atau bak air yang ada jentik-jentiknya bisa segera di bersihkan.

“Hari ini wilayah Malangjiwan, dusun Nanasan yang diadakan fogging. Selain itu di kelurahan juga diadakan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” lanjut Yopi.

Selain pelaksanaan fogging di wilayah Malangjiwan, dusun Nanasan. Beberapa sekolah dasar di sekitar kecamatan Colomadu juga melakukan fogging untuk pencegahan demam berdarah.

Pihak Kecamatan juga menyampaikan agar masyarakat tidak terlalu menggantungkan diri kepada fogging atau penyemprotan. Sebab fogging hanya tindakan sementara membunuh nyamuk dewasa. Namun tidak bisa memusnahkan jentik nyamuk.

“Jadi lebih efektif dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya melalui gerakan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur benda yang berpotensi tergenang air”,  pungkas Yopi. (Bj24)