Home Lintas Jateng Masih Ada 150 Rumah Di Kampung Pelangi yang Belum Dicat

Masih Ada 150 Rumah Di Kampung Pelangi yang Belum Dicat

51
0
Pesona Kampung Pelangi Semarang yang Mendunia

Semarang, 25/5 (BeritaJateng.net) – Kampung Pelangi Semarang yang dikonsep dengan rumah berwarna-warni di perkampungan Gunung Brintik, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih menyisakan 150 rumah yang belum dicat.

“Masih ada 150 rumah di segmen 1, 2, dan 3 yang belum dicat. Di sisi lain, persediaan cat menipis,” kata Sekretaris Dinas Penataan Ruang Kota Semarang M Irwansyah di Semarang, Kamis.

Diakuinya, persediaan cat sebenarnya masih, tetapi jika digunakan untuk menyelesaikan pengecatan di seluruh rumah yang berjumlah 380 rumah tidak cukup sehingga butuh tambahan cat.

Ia membenarkan beberapa waktu lalu para camat dan lurah menyumbang cat, namun kebanyakan untuk cat interior, sementara kebutuhan cat untuk eksterior masih banyak, terutama untuk atap.

Menurut informasi, kata dia, beberapa perusahaan cat akan membantu sehingga diharapkan bantuan tersebut segera direalisasi agar pengecatan Kampung Pelangi bisa diselesaikan tepat waktu.

“Kami apresiasi berbagai pihak yang sudah terlibat dalam program ini, mulai masyarakat `stakeholder`, dan investor. Ya, harapan kami pengecatan bisa dirampungkan sebelum Lebaran,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebelumnya berharap pengecatan Kampung Pelangi di Dukuh Wonosari, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan itu bisa diselesaikan sebelum Lebaran.

Diharapkan, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, keberadaan Kampung Pelangi bisa menjadi salah satu jujukan wisatawan yang berkunjung ke Semarang saat libur Lebaran tahun ini.

Untuk mempercantik Kampung Pelangi, disebutkannya butuh dana sekitar Rp3 miliar, tetapi anggaran dari Pemerintah Kota Semarang tidak dapat masuk karena tidak semua warga dari kurang mampu.

“Makanya, kami berinisiatif menjadikan program penataan perkampungan Brintik dengan model partisipatif. Semua `stakeholder` digandeng, mulai perusahaan car, perbankan, industri, dan sebagainya,” katanya.

Dukungan juga datang dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Semarang yang menerjunkan sebanyak 50 pekerja untuk membantu pengecatan rumah-rumah tersebut.

“Beberapa bangunan yang kurang baik, diperbaiki dulu. Kami sudah ambil bagian sejak dimulai pengecatan. Kami membantu tenaga dan material perbaikan,” kata Ketua Gapensi Kota Semarang Devri Alfiandy. (El)