Home News Update Mashadi Tetap Konsisten Lestarikan Mangrove

Mashadi Tetap Konsisten Lestarikan Mangrove

IMG-20150929-00294

Semarang, 1/10 (BeritaJateng.net) – Siapa tak kenal pria asal Brebes Mashadi yang menarik simpati dengan kepeduliannya terhadap lingkungan untuk tetap konsisten menanamkan mangrove di berbagai pantai di Indonesia hingga kedepan.

Inilah Mashadi, petani dari Brebes yang terus konsisten dan peduli terhadap pelestarian tanaman Mangrove hingga mengantarkannya meraih penghargaan Kalpataru 2015.

Penghargaan Kalpataru yang diraih juga tak menyurutkan langkahnya untuk tetap berjuang kuat mencari cara agar lahannya tidak terkikis air pesisir pantai Brebes.

“Kini masih perjuangan juga, dengan edukasinya adalah memberi inisiasi memberikan pengertian dan pengetahuan tentang konservasi lahan abrasi pesisir pantai utara,” katanya.

Keterpurukan akan terkikisnya lahan pesisir yang berdampak pada perekonomian memutuskan dirinya pada tahun 2005-2007, menanam mangrove secara swadaya. Ada sebanyak¬† 2.260.000 batang mangrove seluas 200 hektare diawal karyanya. “Dan kini tinggal 170 hektar saja, karena seleksi alam daerah mana yang bisa ditanam dan mana yang tidak bisa ditanami,” tuturnya.

menurutnya butuh perjunagan ekstra dalam memberikan pemahaman kepada para warga pesisir, mereka masih banyak berpikiran secara ekonomi yakni dengan memanfaatkan semua lahan pesisir berupa tambak.

“Ketika menjanjikan pemahaman harus ada jaminannya yakni ketersediaan modal dalam keberlangsungan penanaman mangrove, tak hanya menanam saja tapi merawat dan menjaga sepanjang masa,” ucapnya.

Berkat banyak diekspos oleh media, nama Mashadi mulai dikenal oleh beberpa rekanan. Mereka adalah para lembaga NGO (Non Government Organization), BUMN, dan instansi swasta yang akhirnya memeberikan bantuan untuk pembibitan dan penanaman benih mangrove.

“Sepuluh tahun berjalan kini kami memiliki tim penjaga, sebagai patroli bagi tanaman mangrove agar tak dirusak atau dicuri,” tukasnya.

Sebagai langkah mudah dalam mengeduaksi dan menginisisasi menanam mangrove, ia meminta tokoh masyarakat untuk menjadi ketua kelompok. Selain itu ia juga memutarkan video tentang manfaat-manfaat Magrove. Dan trik ini sukses diterima oleh masyarakat umum, sehingga mereka jadi mengerti manfaat mangrove bagi pesisir pantai.

Mashadi menargetkan ada sekitar 17 juta mangrove sampai 20 tahun mendatang, dengan target penanaman tiap tahun ada sekitar 360 ribu batang.

“Syukur bisa dikeroyok bersama-sama dengan swasta dan pemerintah, sehingga bisa hanya lima tahun target terpenuhi,” ujarnya.

Berkat usahanya yang mengkover 73 Km lahan mangrove pesisir Pantai Utara, Mashadi akan menerima bantuan kerjasama dengan dua universitas dari Australia dan satu dari Vietnam untuk sharing teknologi penanganan abrasi pantai.

“Desember rencana akan kesini, mereka memiliki teknologi pemecah gelombang laut, sedangkan kami memiliki teknologi tanam mangrove. Nantinya akan sharing bersama dan hasilnya akan diaplikasikan pada pesisir pantai di Flores,” tambahnya.(BJ06)