Home Kesehatan Masalah Sampah Tak Sekedar Himbauan Semata

Masalah Sampah Tak Sekedar Himbauan Semata

341
0
Aktivis lingkungan asal Tangerang Selatan, Heru Santoso sedang memperagakan dihadapan para peserta cara membuat tabung komposter dan bioaktivator pengurai sampah.
       Semarang, 21/4 (BeritaJateng.net) – Aktivis lingkungan asal Tangerang Selatan, Heru Santoso mengkritik kinerja pemerintah yang selama ini hanya melakukan himbauan terkait pengelolaan sampah. Seharusnya, pemerintah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga masyarakat.
        “Kalau hanya himbauan saja, permasalahan sampah tidak akan selesai. Pemerintah harus kasih contoh yang baik,” ujarnya dengan tegas disela-sela “Pelatihan Mengubah Sampah Organik Menjadi pupuk Cair” yang digagas oleh PT Marimas Putera Kencana di Kawasan Industri Gatot Subroto Semarang.
        Heru menambahkan, dengan contoh pelatihan dan pendampingan, warga masyarakat bisa mengerti secara langsung yang dilakukan pemerintah. Ia pun meyakini dengan sendirinya pula masyarakat akan memperaktikannya di lingkungan masing-masing.
       “Misalnya masyarakat diberi pelatihan bagaimana cara mengubah sampah organik jadi pupuk cair atau membuat kompos dari daur ulang sampah,” katanya.
         Dihadapan puluhan peserta pelatihan, Heru yang memimpin Rajaneresik berbagi ilmunya. Selama ini, Rajaneresik fokus pada pengelolaan sampah menjadi pupuk cair. Heru mempraktekan cara mengelola sampah menjadi pupuk cair, membuat tabung komposter dan bioaktivator pengurai sampah.
        ”Kita harus peduli terhadap lingkungan, kalau kita sudah peduli orang lain akan mencontoh, sehingga proses menuju Indonesia Bebas Sampah Tahun 2020 lebih cepat terwujud,” katanya.
         Heru melanjutkan, jika kepedulian pengelolaan sampah di lingkungan kita berjalan dengan baik maka dampaknya tidak akan ada penumpukan signifikan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
          “Jadi TPA Jatibarang tidak overload. Pemkot Semarang juga tidak terus melakukan pengadaan truk sampah. Bisa hemat anggaran dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya.
         Sementara itu Humas PT Marimas Putera Kencana, Lantip Waspodo mengatakan, pelatihan ini digelar karena Marimas merupakan bagian perusahaan kemasan plastik sehingga diharapkan produk dapat sampai ke konsumen dengan selamat.
        ”Harus ada kesadaran pengelolaan limbah plastik, melengkapi pelatihan ini, kami juga akan berupaya mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
        Sehubungan hal itu, perusahaan Marimas juga menjual kaos ecobrick (daur ulang sampah plastik) dan merchandise lain yang berhubungan dengan program pelatihan peduli lingkungan. (El)