Home News Update Marak Permen Narkoba, Disdik Himbau Kepala Sekolah Awasi Langsung Siswa

Marak Permen Narkoba, Disdik Himbau Kepala Sekolah Awasi Langsung Siswa

821
Marak Permen Narkoba, Disdik Himbau Kepala Sekolah Awasi Langsung Siswa

SEMARANG, 15/10 (BeritaJateng.net) – Dinas Pendidikan Kota Semarang mengimbau kepada Kepala sekolah dan guru untuk mengawasi langsung peserta didiknya terkait maraknya peredaran jajanan permen jari yang diduga mengandung zat narkotika. Di duga pula banyak anak sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Dasar mengonsumsi permen jari ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin menyampaikan pengawasan berkaitan dengan perilaku siswa di dalam kelas apakah ada indikator seperti mengantuk atau tak kosentrasi dalam belajar, untuk segera lakukan pendampingan.

“Para guru dan pimpinan di sekolah harus memantau rutin terhadap makanan yang dijual tak hanya sebatas pada permen jari saja, kalau sudah dikonsumsi akan berefek pada kualitas belajar dan masa depan anak-anak,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya sudah mendapat arahan dari Wakil Walikota Semarang untuk segera bertindak mengantisipasi penyebaran dan pengawasan di tiap sekolah. Selambatnya Senin (17/10) sudah memberikan surat edaran kepada masing-masing kepala sekolah.

“Kalau hari ini (kemarin,red) saya sudah informasi lewat What’s App kepada tiap kepala sekolah. Ini sedang kami proses mekanisme surat edarannya, himbauan baik larangan berjualan dan pengawasan terhadap siswa. Senin sudah akan diterima para Kepala sekolah,” katanya.

Lanjut Bunyamin, untuk para guru dan pimpinan sekolah harus turun lebih dulu karena langsung bersinggungan dengan lingkungan siswa dan para penjual makanan di sekolah. Setelahnya, Pengawas Disdik akan melakukan inspeksi untuk terkait peredaran jajanan permen jari itu.

“Ini bertahap, himbauan dulu, terus melalui Pengawas Disdik akan turun ke lapangan. Jadi tidak sendiri-sendiri, harus semua pihak terkait turun karena ini menggangu masa depan anak-anak,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Walikota sekaligus (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, SKPD terkait, dan Dinas Perdagangan untuk memonitor penyebaran jajanan permen jari ini.

“Ini sebagai sinyal warning terhadap pihak sekolah dan dinas pendidikan untuk lebih mengawasi pelajarnya terutama di TK dan SD. Selain itu juga memperhatikan para pedagang yang menjual permen tersebut,” katanya.

Menurut Ita, pihaknya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin untuk mengeluarkan edaran kepada sekolah-sekolah. Salah satunya memonitor pedagang di lingkungan sekolah.

“Edaran melalui Disdik, pengawasan peredaran akan ditangani Dinas Perdagangan. Tapi peran orang tua juga harus terlibat terkait pengawasan anak-anaknya baik di rumah atau lingkungan luar rumah,” ujarnya.

Pihaknya menginstruksikan Disperindag bekerjasama dengn BPOM untuk melakukan sidak terhadap penjualan permen jari.‎ Hal itu untuk memastikan permen itu mengandung zat terlarang atau tidak.

”Kalau perlu anak-anak sekolah ‎tidak perlu diberi uang saku. Bawa bekal dari rumah saja biar aman karena makanannya benar-benar bersih dan higienis,” tukasnya. (Bj)