Home DPRD Kota Semarang Marak Begal, Kota Semarang Perlu Tambahan CCTV

Marak Begal, Kota Semarang Perlu Tambahan CCTV

3653
Dialog interaktif bersama Wakapolrestabes Semarang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang dan Kesbangpol.

Semarang, 30/1 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang meminta keberadaan perangkat CCTV (closed circuit television) ditambah di berbagai penjuru kota untuk mengantisipasi tindak kriminalitas yang kian marak.

“Sebagai bentuk pelayanan keamanan terhadap masyarakat, perangkat CCTV perlu untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang marak belakangan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono di Semarang.

Hal tersebut diungkapkan politikus Partai Demokrat itu saat menjadi pembicara pada dialog interaktif bertajuk “Mengantisipasi Maraknya Begal di Kota Semarang” yang diprakarsai oleh DPRD Kota Semarang.

Belakangan ini, terjadi sejumlah tindak kejahatan di Kota Semarang, antara lain polisi yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Arteri Yos Sudarso, dan terakhir pembunuhan sopir taksi “online”.

Wiwin mengakui sekarang ini memang sudah ada perangkat CCTV yang terpasang di beberapa titik, tetapi perlu untuk menambah perangkat CCTV yang dipasang di berbagai wilayah untuk mengawasi situasi dan keamanan.

“Terutama, di lokasi-lokasi yang rawan. Perlu dipasangi perangkat CCTV. Selain itu, perlu juga diperbanyak lampu-lampu penerangan jalan di daerah-daerah yang sepi untuk mengantisipasi tindak kejahatan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang AKBP Enrico Silalahi menyebutkan selama 2017 setidaknya terjadi 20 kasus pembegalan, dan 10 di antaranya telah diungkap oleh Polrestabes Semarang.

Ia mengatakan setidaknya ada 12 lokasi di Kota Semarang yang terindikasi rawan aksi perampokan disertai kekerasan, bahkan pembunuhan yang selama ini sudah dipatroli rutin oleh Tim Elang Polrestabes Semarang.

“Ke-12 lokasi itu, antara lain Jalan Arteri Yos Sudarso, Jalan Brigjen Sudiarto, Dempel, Fly Over Jalan Siliwangi (Kalibanteng), Puri Anjasmoro, Karangayu, dan Jalan Jenderal Sudirman Semarang,” katanya.

Menurut dia, lokasi-lokasi rawan pembegalan itu tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota Semarang sehingga masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika melewati kawasan tersebut, terutama malam hari.

“Sebisa mungkin, hindari melintasi lokasi itu malam hari. Kalaupun ketemu begal, saya sarankan lebih berani, seperti berteriak atau melempar kunci motor. Kalau membahayakan, tekan tombol `panic button`,” katanya.

Masyarakat, kata Enrico, bisa memanfaatkan layanan aplikasi “smart police” melalui ponsel pintar dengan menekan “panic button” sebanyak tiga kali dan petugas kepolisian segera meluncur ke lokasi.

“Ya, kasus kejahatan, terutama pembegalan itu terjadi di hampir seluruh wilayah di Kota Semarang. Oleh karena itu, kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di malam hari,” katanya. (Bj/El)