Home Headline Mantan Bupati Rina Tuduh Jaksa Melakukan Konsprirasi

Mantan Bupati Rina Tuduh Jaksa Melakukan Konsprirasi

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani dihukum 6 tahun penjara.

rina iriana

Semarang, 27/1 (BeritaJateng.net) – Penasihat hukum mantan Bupati Rina Iriani menilai Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah berkonspirasi menggunakan surat palsu untuk digunakan sebagai bukti dalam sidang kasus penyimpangan dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri di Kabupaten Karanganyar.

“Kejaksaan Tinggi berkonspirasi dengan melakukan pembiaran terhadap pemakaian surat palsu,” kata Slamet Yuono, penasihat hukum Rina Iriani, dalam sidang dengan agenda penyampaian duplik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa.

Surat palsu yang dimaksud tersebut di antaranya surat bernomor 518 yang berisi terntang rekomendasi penunjukkan Koperasi Serba Usaha Sejahtera Karanganyar sebagai lembaga keuangan nonbank sebagai penyalur dana subsidi dari Kementeri, Perumahan Rakyat.

Selain itu, digunakannya sejumlah fotokopi kuitansi berparaf terdakwa yang berisi tentang penerimaan uang yang berasal dari KSU Sejahtera.

“Penyidik tidak pernah mau menunjukkan surat asli dari dokumen yang digunakan sebagai bukti itu,” ungkapnya.

Ia menilai jaksa telah sewenang-wenang dalam menggunakan surat yang tidak ada aslinya.

“Jaksa mencoba menyerang dari berbagai sisi, hanya fokus mencari-cari kesalahan terdakwa,” tambahnya.

Atas pembelaannya itu, Rina Iriani meminta agar dibebaskan dari segala hukuman dan martabat serta harta yang selama ini disita jaksa dikembalikan.

Sebelumnya, Mantan Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Rina Iriani dituntut hukuman 10 tahun penjara dalam kasus penyimpangan dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri kabupaten setempat.

Mantan orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu juga dituntut membayar denda sebesar Rp1 miliar serta uang pengganti kerugian negara sebesar Rp11,8 miliar. (ant/BJ)