Home Ekbis MAMI Optimis Capai Target 15 Ribu Investor Baru

MAMI Optimis Capai Target 15 Ribu Investor Baru

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 5/6 (BeritaJateng.net) – PT Manulife Aset Management Indonesia (MAMI) optimis dapat merealisasikan target 15 ribu investor baru pada tahun 2015 ini.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro saat media ghatering beberapa waktu lalu.

Menurut Legowo, salah satu produk unggulan yang di gadang-gadang menjadi magnet bagi investor baru yakni investasi reksadana.

“Investasi reksadana MAMI merupakan produk terjangkau aman, dan mudah dicairkan,” ungkap Legowo.

Dia menjelaskan, Manulife sudah mempromosikan reksadana melalui program 3I yakni Insyaf, Irit, dan Invers. Harapannya, melalui program itu makin banyak masyarakat sadar dengan pentingnya investasi dan segera melakukannya untuk masa depan.

“Program ini sejalan dengan program Otoritas Jasa Keungan (OJK) dan asosiasi pengelola reksadana Indonesia yakni meningkatkan jumlah investor dari 250-300 ribu menjadi 5 juta di tahun 2015,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan jumlah investor, pihaknya giat melakukan sosialisasi dan edukasi dari kota ke kota, kampus, sekolah, serta area publik seperti tempat makan.

“Untuk sosialisasi dan edukasi di tempat makan kami sebutnya launch attack. Pada kegiatan itu kami kerjasama dengan stand up commedy untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya berinvestasi. Kegiatan launch attack sudah kami lakukan di Jakarta, tapi daerah lain seperti Semarang belum,” imbuhnya.

Sementara itu, melihat kondisi saat ini, pihaknya optimistis akan makin banyak investor baru bisa terjaring. Menurut data dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, saat ini makin banyak masyarakat Indonesia yang sejahtera.

“Jika dilihat dari rata-rata pendapatan perbulan rata-rata tiap orang Indonesia memperoleh Rp 3-5 juta/bulan. Namun sayang sebagain besar masih banyak digunakan untuk konsumsi tidak investasi,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ini sisi konsumtif masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyak masyarakat yang menggunakan ponsel lebih dari satu dengan kisaran harga Rp 1,5 juta/unitnya.

“Oleh karena itu, kami berharap ada informasi yang seimbang bisa diterima oleh masyarakat. Sekarang mamang era konsumfitf tapi tidak semua hal bisa dikonsumtifkan karena disisi lain juga harus memikirkan investasi,” katanya. (BJ05)