Home News Update Makin Parah, Ibu si Anak Penjual Makaroni Dilarikan ke UGD

Makin Parah, Ibu si Anak Penjual Makaroni Dilarikan ke UGD

532
Dewi, ibunda Eko si anak penjual makaroni kondisi semakin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Semarang, 7/4 (BeritaJateng.net) – Ibu dari Eko Adi Prasetyo bocah kelas 2 SD yang berjualan macaroni demi ibunya yang sakit ginjal, kondisi Dewi Purwanti (28) saat ini semakin parah sehingga harus dilarikan ke UGD RSUD Kota Semarang.

Dari informasi yang dihimpun BeritaJateng.net, kondisi kesehatan Dewi memang mengalami penurunan beberapa hari terakhir. Menurut diagonosa Dewi selain mengidap batu ginjal, ternyata juga terindikasi memiliki penyakit lemah jantung dan diabetes. Bahkan minggu lalu, Dewi sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) namun diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pengobatan dari tim dokter.

“Hari ini drop lagi mas dari pagi sampai sore, saya dikabarin oleh ibu saya katanya Dewi ngga kuat bangun, akhirnya saya samperin ke rumah kontrakannya ternyata memang sedang sangat drop,” ujar Wati kakak kandung Dewi.

Sebelumnya Dewi mengaku dadanya sesak sehingga sulit bernafas dan terasa lemas serta pusing. “Jam 17.00 petang tadi langsung saya bawa ke UGD, ini sedang dirawat. Belum tahu nginep apa boleh pulang,” katanya.

Menurut dirinya, kondisi Dewi kembali menurun lantaran beban piikirannya yang terlalu tinggi. Apalagi kondisi keuangannya memang sedang sulit. “Mungkin pikiran dan agak kecapekan mas. Jadi drop lagi, doain saja cepat sembuh,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Direktur RSUD Kota Semarang, Sutrisno membenarkan jika Dewi masuk rumah sakit dan sedang mendapatkan perawatan di UGD oleh tim dokter untuk diperiksa kesehatannya. “Memang sore tadi masuk mas, tapi hanya drop dan tidak terlalu barbahaya. Bahkan malam ini kayaknya sudah boleh pulang,” bebernya.

Saat ini Dewi hanya memerlukan istirahat, tim dokter telah memberikan obat melalui suntikdan dan obat oral. Apalagi indikasi atau keluhan yang dirasakan oleh Dewi adalah lemas dan sesak nafas yang diakibatkan kelelahan serta terlalu banyak beban pikiran. “Sudah dikasih obat kok, hanya perlu istirahat dirumah saja,” timpalnya.

Terkait masalah akomodasi untuk riwa-riwi ke rumah sakit, Sutrino mengaku siap membantu jika memang dibutuhkan. Ia siap memberikan fasiltas antar jemput bagi Dewi saat ingin berobat atau datang kerumah sakit. “Kalau mau control, bisa telp saya dulu. Nanti biar ada yang jemput, apalagi kondisinya masih lemah,” tutupnya. (Bj05)