Home Headline Makarel Kaleng Masih Ditemukan Dijual Bebas di Minimarket di Blora 

Makarel Kaleng Masih Ditemukan Dijual Bebas di Minimarket di Blora 

462
0
Makarel Kaleng Masih Ditemukan Dijual Bebas di Minimarket di Blora 
       BLORA, 30/3 (BeritaJateng.net) – Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) telah resmi menyatakan bahwa makanan ikan kalengan jenis makarel mengandung cacing parasit. Meski begitu, makanan tesebut masih banyak ditemukan terjual bebas di sejumlah minimarket di kabupaten Blora.
        Salah satu penjaga minimarket yang engan disebutkan namanya mengatakan, memang ditempatnya masih menjual sarden dan makarel. meski di media banyak memberitakan terkait hal ini namun dari pimpinan perusahaanya belum ada informasi untuk penarikan.
       ”Kalau ada perintah menarik, nanti kami langsung hubungi distributor untuk menarik,” ujarnya.
         Sementara itu, Salah satu Supervisor Swalayan di Blora Purwati mengatakan, saat ini pihaknya hanya menjual sarden. Sedangkan untuk prosuk ikan makarel pihanya sudah tidak menjual. Karena sudah dilakukan penarikan sejak satu minggu yang lalu. Ketiak mulai ramenya ditemukan cacing di dalam ikan makarel. ”Distribotarnya yang langsung menarik,” ujarnya.
          Sedangkan di swalayan tempatnya bekerja ini masih menjual ikan sarden, karena menurutnya, itu berbeda dengan makarel. Karena untuk makarel itu potongan ikannya lebih besar. Berbeda dengan sarden. ”Karena yang mengandung cacing itu hanya makarela kalau sarden sih enggak ya,” jelasnya.
          Swalayan ini hanya menjual sarden dengan berbagai merek, seperti ABC, Gaga, Pronas dan merek lain.
          Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koprasi Dan usaha kecil menengah mengatakan, memang dirinya sudah mengetahui adanya kabar jika ikan kaleng makarel mengandung cacing. Hanya saja, menurutnya untuk kabar ini masih dimedia saja. Karena sampai saat ini masih belum ada surat resmi dari BPOM RI menyatakan jika itu mengandung cacing yang dilarang untuk penjualannya.
        ”Dari BPOM dan kementerian perdagangan sendiri juga belum mengeluarkan surat pelarangan menjual,” jelasnya.
        Yang sampai saat ini dia mengaku hanya bisa menunggu dan Dindagkop UKM Blora untuk melakukan pengawsan perdangannya.
         Perlu diketahui, BPOM RI melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan yang terdiri dari 66 merk. Hasil pengujian menunjukan 27 Merk yang terdiri dari 16 produk impor dan 11 merek produk dalam negeri, positif mengandung parasit cacing. Ke 27 produk makarel dinyatakan mengandung cacing seperti merek makarel terkenal, yakni, merek ABC, Pronas, Gaga atau King Fisher.
(MN/El)