Home Ekbis Makanan Mengandung Rhodamin B Dijual Bebas di Pasaran

Makanan Mengandung Rhodamin B Dijual Bebas di Pasaran

119
0
Makanan Mengandung Rhodamin B Dijual Bebas di Pasaran
        BLORA, 31/5 (BeritaJateng.net) – Tim satgas pangan pemerintah kabupaten Blora menemukan sejumlah makanan mengandung Rhodamin B dan makanan kadaluarsa dijual bebas di pasar tradisional. Makanan-makanan tersebut oleh pedagang dijual bersama dengan makanan lainnya.
       Kepala seksi farmakes dinas kesehatan kabupaten Blora, Nanik mulyatimingsih mengatakan, sejumlah makanan yang dicurigai petugas mengandung bahan berbahaya langsung diambil sampelnya untuk dicek laboratorium. Makanan-makanan tersebut seperti makanan kemasan anak-anak yang tidak ada merk-nya.
         “Untuk makanan yang berwarna ungu-ungu tadi, kita sebelumnya sudah cek, dan terbukti mengandung rhodamin B. Zat tersebut merupakan pewarna buat tekstil, kertas dan cat. Yang jelas bukan untuk makanan. Efeknya bisa mengakibatkan liver, ginjal hingga kangker,” kata Nanik saat memimpin langsung sidak di pasar Blora Rabu (30/5/2018).
        Selain menemukan makanan mengandung rhodamin B, petugas juga menemukan sejumlah makanan yang masa berlakunya sudah habis. Bahkan ada makanan yang masa berlakunya tahun 2016 masih dijual oleh pedagang.
         “Tadi kita sudah langsung minta pedagangnya untuk menyingkirkan makanan-makanan tersebut. Mereka mengaku tidak tahu kalau sudah kadaluarsa, tapi kita tadi sudah langsung meminta untuk tidak dijual kembali,” ucap Nanik.
        Meski menemukan sejumlah makanan berbahaya, namun petugas tidak melakukan penyitaan. Petugas hanya mengambil sebagian sample makanan tersebut untuk dibawa ke kantor.
        “Kita hari ini sifatnya hanya pembinaan, tapi kalau besok kita datang lagi, makanan-makanan tersebut masih dijual, kita ambil tindakan. Tadi kita sudah sepakat sama pedagang,” terangnya.
         Maryati salah satu pedagang mengaku tidak mengetahui jika barang yang ia jual sudah kadaluarsa. “Itu kan ga ngerti, itu dari sana sudah dus-dusan. Saya tidak pernah cek. Untuk barang itu dari Rembang,” akunya.
(MN/El)