Home Ekbis Makanan Kadaluarsa dan Tak Berizin Beredar di Pusat Perbelanjaan di Semarang

Makanan Kadaluarsa dan Tak Berizin Beredar di Pusat Perbelanjaan di Semarang

Semarang, 15/12 (BeritaJateng.net) – Puluhan jenis produk makanan dan minuman kadaluarsa dan tidak mencantumkan izin edar ditemukan disejumlah pusat perbelanjaan di kota Semarang, Selasa (15/12) siang.

Hal ini diketahui setelah petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Semarang, Balaipom, LP2K, Dinas Pertanian, Satpol PP, dan Ketahanan Pangan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) produk makanan dan minuman di Pasar Bulu, Swalayan Aneka Jaya dan Swalayan Ono Ngaliyan Semarang.

“Dari hasil tim pemantauan barang di lapangan, ternyata masih banyak ditemukan makanan yang tidak sesuai standar, baik berupa penemuan makanan kadaluarsa dan tidak adanya izin edar (P-IRT) hingga penemuan daging busuk,” Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah.

P_20151215_111610

Menurutnya, pengawasan terpadu dilakukan dalam rangka pengamanan produk makanan dan minuman jelang Natal dan Tahun Baru 2016.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan cerdas dalam membeli barang atau makanan. Teliti terlebih dahulu masa kadaluarsa dan standarisasinya. Bagi penjualnya kita siapkan sanksi administrasi, hingga pencabutan izin dagang jika ditemukan makanan yang tidak berstandart,” katanya.

Sementara itu, Kabid perlindungan konsumen dan Kemetrologian Disperindag Kota Semarang, Brigida Mukti mengatakan, puluhan makanan kadaluarsa yang ditemukan langsung di musnahkan.

Seperti salah satunya roti burger yang didapati kadaluarsa, langsung dimusnahkan dengan cara direndam di dalam air agar tidak digunakan kembali. “Roti kadaluarsa, makanan yang kemasannya rusak seperti sarden dan abon langsung di musnahkan. Selain itu kami juga melakukan pembinaan terkait izin edar P-IRT dan Label makanan dan minuman kemasan yang di jual,” lanjutnya.

P_20151215_104605

Manager Aneka Jaya, Imam Indaru mengatakan, karena minimnya karyawan dan banyaknya item yang diawasi sehingga pengecekan makanan yang kadaluarsa dan kemasannya rusak diakui masih belum optimal.

“Kita sudah konsultasi produk makanan mana yang belum berijin, kita juga sudah melakukan pengawasan terhadap makanan kadaluarsa dan kemasan rusak namun hingga saat ini masih terkendala minimnya karyawan,” katanya.

Selanjutnya, barang yang diketahui tidak memiliki izin edar dan bermasalah akan dikembalikan ke pabrik dan agennya masing-masing. (Bj)