Home News Update Maju Jadi Calon Wakil Walikota, Ita Mundur dari SPHC

Maju Jadi Calon Wakil Walikota, Ita Mundur dari SPHC

Calon Wakil Walikota

SEMARANG, 27/7 (BeritaJateng.net) – Balon Wakil Walikota Semarang Hj Hevarita Gunaryanti Rahayu (Ita) Menyatakan sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur PT. Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), sebuah Badan Usaha Milik Pemprov Jateng sejak tanggal 22 Juli yang lalu.

Pengunduran diri tersebut sebagai konsekuensi dirinya maju dalam pilwakot Semarang Desember mendatang.

Ketika dihubungi wartawan, Hevearita menjelaskan pengunduran dirinya dari BUMD yang mengurusi migas tersebut telah diajukan kepada Komisaris PT SPHC Teguh Dwi Paryono yang juga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng.

“Kendati demikian, surat juga saya tembuskan kepada Gubernur selaku pemegang saham pengendali,” terang Ita yang maju pilkada mendampingi Hendrar Prihadi.

Pengunduran diri tersebut lantas ditindaklanjuti dengan SK Komisaris PT SPHC No. 001/kom-sphc/vii/2015 tertanggal 23 Juli 2015. Dalam SK tersebut menegaskan pengunduran diri Ita telah diajukan melalui surat No 001/dir-sphc/pd/vii/2015 tertanggal 22 Juli 2015 dan sedang diproses sesuai peraturan yang berlaku.

Lebih lanjut Ita menambahkan, pengunduran diri yang ia lakukan tidak semata-mata untuk mengikuti Pilkada. Namun sesuai peraturan daerah, jabatan yang telah diemban dua kali tidak boleh diperpanjang lagi.

Selain itu, berdasarkan ketentuan di PT SPHC, sebelum tiga puluh hari masa jabatan berakhir harus mengundurkan diri. 

“Jadi meskipun saya tidak maju Pilwakot (Pemilihan Wali Kota) saya juga tetap akan mengundurkan diri. Jabatan saya habis pada 17 September 2015, sehingga harus sudah mundur sebelum 14 Agustus,” kata istri Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri itu.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan telah meminta Direktur PT SPHC Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk mundur dari jabatannya pada minggu ini. Pasalnya, yang bersangkutan maju menjadi Calon Wakil Wali Kota Semarang.

Ganjar menegaskan pengunduruan diri Ita tidak perlu menunggu penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, Ita telah menyatakan diri maju dalam Pilkada mendampingi calon Wali Kota incumbent Hendrar Prihadi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Ia hanya mengantongi tiket berangkat saja, tidak bolak-balik. Setelah mundur, tidak boleh balik,” imbuhnya. 

Atas pengunduran diri itu, Ganjar mengaku telah menyiapkan pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Yaitu melalui mekanisme lelang jabatan sebagaimana dilakukan untuk posisi direktur perusahaan daerah lainnya.

“Bahkan pendaftarnya sudah ada,” tandas mantan anggota DPR RI itu. (BJ13)