Home Lintas Jateng Lazisma MAJT Salurkan 240 Karung Beras Untuk Zakat Fitrah

Lazisma MAJT Salurkan 240 Karung Beras Untuk Zakat Fitrah

IMG_20150715_170927

Semarang, 16/7 (BeritaJateng.net) – Zakat Fitrah merupakan zakat diri yang wajib di lakukan seorang muslim dengan ketentuan tertentu. Seperti yang di lakukan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang selalu mengadakan kegiatan pemberian zakat fitrah kepada orang-orang yang kurang beruntung.

Sebanyak 240 karung beras yang diperoleh dari zakat mal, infaq dan shodaqoh diserahkan pada  mustahiq, panti asuhan, pondok pesantren, panti sosial, masjid, musholla, perwakilan staf yang masuk dalam kategori mustahiq, fuqara dan masakin.

Penyerahan zakat diberikan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (15/7) kemarin.

Wakil Direktur Lazizma MAJT, Wahab mengatakan acara ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah. Pesan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, zakat fitrah ini merupakan penyempurnaan ibadah puasa Ramadhan.

“Kalau dihitung-hitung, kita punya pegawai 16.000. Dalam perhitungannya, kemiskinan di Jawa Tengah yang angkanya 13,5 persen atau 4,5 juta masih melarat. Bila satu orang dari Pemerintah Provinsi bisa mengangkat satu anak dengan memberi beasiswa Rp 100 rb per bulan. Tanggung jawab pada manusia yang punya hubungan spiritual dan sosial terpenuhi,” jelas Ganjar. Dalam konteks ini ibadah tidak hanya bersifat lahiriah tetapi juga batiniah.

“Zakat fitrah ini sifatnya tidak sekedar perorangan tetapi juga lembaga seperti panti asuhan, ponpes, masjid. Sedangkan yang perorangan ada dari fuqara dan masakin. Ada zakat yang datang dari Gubernur, Pemerintah Provinsi dan muzaki,” tutur Wahab.

Laporan dari Ketua Amil Zakat dan Sodaqoh Masjid Agung Jawa Tengah, Prof. Dr. Ahmad Rofiq., MA. pun menyatakan bahwa zakat fitrah dari MAJT mengalami penurunan. Kendalanya ada pada kebiasaan mendistribusikan zakat secara langsung karena alasan muzaki lebih yakin dalam menyerahkan.

Padahal secara strategi Al Qur’an mestinya zakat fitrah didistribusikan melalui amil zakat, baik itu badan yang dibentuk oleh Pemerintah maupun badan amil zakat yang dibentuk oleh masyarakat. Termasuk Laziz yang dibentuk di MAJT ini.

“Pada tahun ini, kita menerima zakat fitrah sebanyak 240 karung, termasuk dari Gubernur ada 6 ton, dibagi-bagi menjadi 240 karung. Untuk panti asuhan dan pondok pesantren 95 karung, masjid di Semarang 40 karung, Musholla ada 65 karung. Perwakilan dari lingkungan MAJT 36 karung, fuqara, masakin dan anak jalanan ada 18 karung. Didistribusikan secara berkala, bertahap karena visi dan misi dari zakat itu untuk pemberdayaan ekonomi produktif,” papar Rofiq.

Dia pun menambahkan kalau Lazizma memiliki desa binaan di daerah Karangawen, Demak, Gatak, Guntur, Rawasari dan Karangroto. (BJT01)