Home News Update Mahasiswa Undip Sulap Kulit Rambutan Jadi Sabun

Mahasiswa Undip Sulap Kulit Rambutan Jadi Sabun

IMG_20150829_150947

Semarang, 29/8 (BeritaJateng) – Siapa yang tak mengenal buah rambutan. Saat memakan buahnya biasanya kulit dan bijinya dibuang begitu saja. Tapi hal itu tak berlaku bagi mahasiswa Undip. Kulit rambutan telah dimanfaatkan menjadi sabun cuci tangan yang diberi nama “Kuburan”.

Ide dalam memanfaatkan kulit buah rambutan awalnya muncul saat melihat banyaknya pohon rambutan di Tembalang, Kota Semarang. Banyak rambutan yang terbuang sia-sia dan kurang dimanfaatkan. Bintari Fajar Kurnianingtyas, Siti Rohmawati, Aisyah, Gana Malinda Putri, Lirih Setyorini merupakan mahasiswa kreatif Undip. Mereka Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2014 yang berhasil mengolah kulit rambutan menjadi sabun.

Bintari Fajar Kurnianingtyas mengatakan, produk ini telah berhasil menarik perhatian masyarakat, terutama mahasiswa. Dengan nama yang unik, konsumen akan penasaran dan tertarik untuk membelinya.

“Sabun Kuburan telah diproduksi dan berhasil dijual sebanyak 210 buah dengan keuntungan ratusan ribu. Sabun dijual dengan harga terjangkau. Harapannya sabun cuci tangan Kuburan dari kulit rambutan ini bisa digunakan dalam keseharian karena bahan utamanya sangat alami,” jelas Bintari, Sabtu (29/8) siang di Perpustakaan Undip Tembalang.

Bintari juga menjelaskan kalau bahan dasar sabun Kuburan yaitu kulit rambutan, Nephelium lappaceum L. Kulit rambutan tersebut mengandung senyawa saponin, tanin, dan polifenol. Senyawa tanin dan polifenol diketahui bersifat antioksidan. Sedangkan senyawa saponin berfungsi sebagai pembersih atau antiseptik, berasa pahit menusuk yang bersifat seperti sabun, berbusa, sehingga sangat cocok jika dikembangkan menjadi sabun cuci tangan.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesuai indikator dalam PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) menjadi sorotan mahasiswa FKM 2014 tersebut.

Siti Rohmawati juga menjelaskan hal tersebut dikarenakan masyarakat sering menganggap remeh penyakit pencernaan seperti gastritis, diare, disentri, hepatitis, konstipasi, apendiksitis, dan maag.

“Salah satu penyebab penyakit-penyakit tersebut adalah bakteri yang termakan oleh manusia dengan perantara udara maupun tangan kita sendiri. Maka dari itu perlunya terobosan baru dalam menarik perhatian masyarakat agar menggunakan sabun dalam mencuci tangan,” tambah Siti.

Sabun cuci tangan Kuburan (kulit buah rambutan antibakteri) dengan desain kemasan portable memudahkan masyarakat dalam penggunaannya di luar rumah.

Sabun ini hanya 30 ml per kemasan dengan harga terjangkau. Selain itu bahan dasar sabun yang alami dan penggunaan zat kimia yang minim dalam pembuatan sabun menjadi keunggulan produk dalam segi keamanan dan kesehatan kulit. Sabun Kuburan adalah sabun yang aman, bersih, dan nyaman. Nama dari “kuburan” itu sendiri berarti sabun yang siap bunuh kuman.

“Sabun Kuburan. Siap bunuh kuman.  Bersih, aman, dan nyaman”, itu adalah mottonya. (BJT01)