Home News Update Mahasiswa Undip Gabungkan Aspek 3K di Kampung Wisata Hercules

Mahasiswa Undip Gabungkan Aspek 3K di Kampung Wisata Hercules

IMG_20150906_084541

Semarang, 6/9 (BeritaJateng.net) – Trend industri kuliner di Indonesia dan gaya hidup masyarakat yang hobi melakukan wisata kuliner, ternyata berimplikasi pada meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) atau sering disebut sebagai Non-Communicable Disease (NCD) seperti kardiovaskuler, stroke, kanker, dan diabetes mellitus.

Fenomena inilah yang menginspirasi mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), yang terdiri dari Lintang Prinkaniswari P, Nourah Faadlilah, dan Muhana Rafika untuk mengembangkan pariwisata kuliner, dikombinasikan dengan nuansa budaya Indonesia, dan tetap memperhatikan unsur kesehatan. Ide tersebut diwujudkan ke dalam suatu konsep kampung wisata terintegrasi bernama Kampung Wisata “Hercules” berbasis health-culinary-cultureism yang menggabungkan aspek kesehatan, kuliner, serta kebudayaan (3K).

“Konsep ini memiliki prospek yang baik dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah, upaya pelestarian kekayaan kuliner dan kebudayaan daerah, pengembangan potensi pariwisata daerah sekaligus peningkatan status gizi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Muhana Rafika.

Istilah “Hercules” pada “Kampung Wisata Hercules” berasal dari kata “health”, “culinary”, dan “culture” yang merupakan konsep dasar wisata yang diangkat dalam ide ini.

“Kampung Wisata Hercules” merupakan area kampung wisata buatan yang mengunggulkan wisata kuliner melalui pujasera menu lokal Nusantara berkonsep kegizian sebagai komoditas utama, wisata edukasi kesehatan dengan health exhibition gallery, serta wisata kebudayaan dengan area festival budaya,” ungkap Lintang PP sebagai Ketua Tim di PKM Undip Tembalang, Minggu (6/9) pagi.

Tim yang lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diadakan oleh Kemenristekdikti untuk kategori Progam Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis (GT) ini berharap, solusi yang mereka tawarkan dapat diaplikasikan sehingga mampu membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. (BJT01)