Home Kesehatan Mahasiswa Undip Deklarasi Kampus Bebas Rokok

Mahasiswa Undip Deklarasi Kampus Bebas Rokok

1017

Semarang, 8/1 (BeritaJateng.net) –¬†Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) beserta seluruh jajaran Dekan melakukan senam bersama sekaligus untuk meresmikan Student Center (SC) Undip sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ICT Undip, Jumat (8/1) pagi.

Peresmian dilakukan oleh Pembantu Rektor III, Budi Setiyono., P.hD yang memandang perilaku merokok di kalangan civitas akademika masih dilakukan secara sembarangan dan mengganggu aktivitas akademika lain yang tidak merokok.

Pihaknya bersama Rektor dan atas inisiatif dari BEM FKM membentuk peraturan kampus menyoal kawasan tanpa rokok.

“Peraturan keluar sejak Desember lalu, dan diterapkan pada Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) agar mahasiswa bebas dari pengaruh asap rokok,” ujar Budi saat diwawancarai usai senam, Jumat (8/1) pagi.

Dengan begitu mahasiswa, bisa hidup lebih sehat, produktif dan tidak terganggu dalam aktivitasnya menimba ilmu di Undip. Budi menjelaskan saat ini tempat awal yang dijadikan sebagai penerapan Surat Keputusan (SK) Rektor ini ada di FKM, FISIP dan Student Center.

“Kawasan FKM seluruhnya bebas rokok. Sedangkan di FISIP ada tempat khusus yang digunakan bagi mahasiswa perokok dan tidak bisa menahan bila tidak merokok,” terang Budi.

Selain peresmian SC Undip sebagai kawasan tanpa rokok, juga dicanangkan pembuatan taman di lokasi tersebut. Tujuan dari pembuatan taman tersebut menurut Budi untuk menambah estetika kampus.

Taman mampu melengkapi pemandangan yang terlihat gersang. Selain itu juga merupakan tempat menyenangkan bagi mahasiswa dalam berdiskusi.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa datang dengan kondisi sehat, produktif, dan bisa mencari ilmu secara maksimal. Akan lebih baik jika biaya membeli rokok dipakai untuk membeli buku,” tutur Budi.

Menurutnya, taman dapat memperindah estetika kampus serta dalam rangka konservasi, bisa juga menjadi contoh bagi kampus lain nantinya.

Selaku ketua BEM Undip, Risky Haerul Imam menambahkan harapannya tahun ini menjadi sejarah Undip sebagai kawasan tanpa rokok. Meskipun, pengesahan Undip sebagai kawasan tanpa rokok masih dalam skala student center.

“Ini merupakan program beberapa tahun lalu terkait PP 109 Tahun 2012 yang dijelaskan oleh Pak SBY bahwa institusi pendidikan harus bebas rokok,” terang Risky.

Awalnya Risky mengungkapkan jika lingkungan kampus ada yang menolak perihal aturan ini. Namun ia beserta aktivis yang lain mengambil langkah secara bertahap, salah satunya bekerjasama antara BEM Undip, BEM FKM, melakukan audiensi dengan Walikota Semarang terkait pencangan kawasan tanpa rokok.

Risky menjelaskan kendala dalam mewujudkan kawasan tanpa rokok datang dari diri sendiri berupa kesadaran. Selain itu ada beberapa fakultas yang masih menjadikan rokok sebagai sponsor dalam kegiatan mereka.

“Penerapan sanksi, membuat plang sebelum masuk Student Centre serta kampanye rutin, penyuluhan dan konseling dari FKM, serta menyebar poster menjadi langkah penerapan kawasan kampus tanpa rokok,” ujar Risky.

Senada dengan Risky, Wakil ketua BEM FKM, Anugrah Febrino Balwa menyebutkan jika kegiatan yang berkaitan dengan kawasan tanpa rokok sudah bejalan empat tahun lalu sejak 2012.

Sesui PP 109 Tahun 2012, dan implementasinya berupa Institusi pendidikan menjadi kawasan tanpa rokok. Hal ini dilakukan secara bertahap. Ditambah dengan Perda Jateng No. 3 Tahun 2013, yang nantinya bisa mengurangi pengguna rokok di Undip.

“Saat ini penerapan kawasan bebas rokok masih pada 3 Fakultas, yaitu FKM, FEB, dan FISIP. Ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua fakultas di Undip,” katanya. (BJT01)