Home News Update Mahasiswa UNDIP Ciptakan Genting Beton Ramah Lingkungan

Mahasiswa UNDIP Ciptakan Genting Beton Ramah Lingkungan

1164
Mahasiswa Undip yang berhasil menciptakan genteng ramah lingkungan.

Semarang, 20/6 (BeritaJateng.net) – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, menurut data statistika tahun 2013 jumlah penduduk Indonesia mencapai 249,9 juta.

Semakin meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada tingginya pengguna kendaraan bermotor. Akibatnya, suhu bumi meningkat karena fenomena efek rumah kaca yang berasal dari tingginya CO2 di udara.

Salah satu objek yang sering terkena fenomena terjadinya efek rumah kaca adalah atap rumah (Genteng). Genteng digunakan sebagai atap yang dapat melindungi isi rumah dari panas, dingin, hujan, angin dan pengaruh cuaca lainnya.

Namun genting pada umumnya memiliki beberapa kelemahan diantaranya dapat meningkatkan suhu ruangan dan tidak dapat melindungi penghuni rumah dari bahaya polusi udara.

Hal yang membedakan genting ini dengan genting pada umumnya yaitu bahan baku serta keunggulan yang dimiliki. Bahan baku yang digunakan yaitu silika yang berasal dari abu sekam padi dan zeolit dari batu alam.

Menurut Thomas dan Jones (1970) dalam Lembang (1995), bahwa pada lapisan terluar dari sekam padi terkonsentrasi silika yang tinggi dengan tingkat porositas yang tinggi, ringan dan permukaan eksternal yang luas.

Kandungan Silika (SiO2) dalam abu sekam padi adalah 94–96%. Menurut (Nurmaulita, 2010) Silika yang terdapat pada abu sekam padi dapat bersifat reaktif (amorphous) yang memungkinkan silika bereaksi secara kimia dengan Ca(OH)2 atau kapur bebas hasil reaksi hidrasi semen dengan air, sehingga silika hasil pengolahan sekam padi dapat digunakan sebagai campuran semen untuk meningkatkan fungsi kerja semen. Untuk meningkatkan reaktivitas, silika dan zeolit dimodifikasi ukurannya sehinga berukuran nanometer (10-9 m).

Dari permasalahan tersebut, mendorong lima mahasiswa Undip melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta yang didanai Dikti tahun 2016 yakni Salsabila Naqiyah (Fisika), Oki Ade Putra (Fisika), Lilia Rosalia Indah (Fisika), Alfiyatur Rohmah (Kimia), dan  Nurrizka Kurniawati (Kimia) untuk menyelesaikan masalah lingkungan berupa GENETIKA (Genting Beton Estetika) yang berbahan dasar nano material berupa silika dan zeolite.

Silika adalah senyawa kimia dengan rumus molekul SiO2 (Silicon dioxide) yang dapat diperoleh dari silika mineral, nabati dan sintesis kristal. Dalam PKM ini, silika yang digunakan adalah silika nabati yang berasal dari limbah sekam padi.

Menurut Thomas dan Jones (1970) dalam Lembang (1995), bahwa pada lapisan terluar dari sekam padi terkonsentrasi silika yang tinggi dengan tingkat porositas yang tinggi, ringan dan permukaan eksternal yang luas.

Kandungan Silika (SiO2) dalam abu sekam padi adalah 94 – 96 %. Menurut (Nurmaulita, 2010) Silika yang terdapat pada abu sekam padi dapat bersifat reaktif (amorphous) yang memungkinkan silika bereaksi secara kimia dengan Ca(OH)2 atau kapur bebas hasil reaksi hidrasi semen dengan air, sehingga Silika hasil pengolahan sekam padi dapat digunakan sebagai campuran semen untuk meningkatkan fungsi kerja semen.

Dan untuk meningkatkan reaktifitas, silika ini diubah menjadi ukuran nanometer (10-9 m). Selain itu zeolit dari alam yang diubah juga menjadi ukuran nano berfungsi sebagai material adsorben atau penyerap emisi gas berbahaya.

“Keunggulan dari genting ini adalah penyerap emisi gas sebagaimana fungsi dari zeolit, kedap air dan tahan bocor karena material genting kami tersusun oleh nanomaterial-nanomaterial yang berukuran sangat kecil dan sangat rapat sehingga tidak memungkinkan untuk air masuk, serta ramah lingkungan, sedangkan sifat dari silika sendiri yaitu kuat sehingga diharapkan genting memiki sifat yang kuat terhadap tekanan” jelas ketua tim Salsabila Naqiyah.

Sasaran dari program ini adalah “genetika” dapat didistribusikan ke masyarakat luas agar digunakan sebagai atap yang mampu mengurangi kenaikan suhu ruangan serta mengurangi pencemaran lingkungan. (*)