Home Headline Mahasiswa Solo Tuntut Mengkopolhukam Mundur

Mahasiswa Solo Tuntut Mengkopolhukam Mundur

Puluhan Mahasiswa menuntut Menkoplohukam Tejo Edhy mundur.
Puluhan Mahasiswa menuntut Menkoplohukam Tejo Edhy mundur.
Puluhan Mahasiswa menuntut Menkoplohukam Tejo Edhy mundur.

Sukoharjo, 27/1 (BeritaJateng.net) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sukoharjo menggelar aksi unjuk rasa damai menuntut Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno mundur dari jabatannya.

Aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa di bundaran Kartosura, Sukoharjo, Jawa Tengah sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap pernyataan Menkopolhukam yang menyebut pendukung dan aktivis di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah orang-orang yang tidak jelas.

Dalam orasinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengirimkan pesan pada Presiden Joko Widodo agar memecat Tedjo dari jabatannya sebagai Menkopolhukam.

Uniknya dalam aksi tersebut nampak sesosok pocong yang juga ikut hadir meramaikan aksi damai mahasiswa di jalur utama Solo – Semarang sehingga menyita perhatian sebagian besar pengguna jalan.

Koordinator aksi Agus Muslim menyebutkan agar Presiden Joko Widodo bertindak adil dan tegas, jangan biarkan jajarannya memihak terhadap salah satu institusi. Seharusnya setelah menjadi menteri yang merupakan pembantu Presiden, Menokopolhukam, harus netral.

“Tedjo bukan lagi berdiri atas nama partai politik, namun Tedjo merupakan perwakilan dari Pemerintah. Seharusnya Menkopolhukam Tedjo itu mengamankan atau mendamaikan kedua institusi penegak hukum tersebut,” ucapnya di tengah-tengah aksi Selasa (27/1/2015)

Sehingga lanjut Agus justru sebaliknya pernyataan Tedjo bukannya mendamaikan situasi malah membuat situasi menjadi panas dan kian rumit dan semakin memperkeruh suasana.

Mahasiswa juga menuntut adalah Jokowi harus mampu mendamaikan dua pihak yang sedang memanas antara KPK dan Polri. PMII berusaha memperjuangkan rakyat, memperjuangkan hukum-hukum rakyat.

“Sebab ketika KPK dihilangkan maka kasus-kasus korupsi yang sudah ditangani oleh KPK juga akan hilang,” pungkasnya. (BJ24)