Home Headline Mahasiswa KKN Undip Latih Warga Buat Brownies Bekatul

Mahasiswa KKN Undip Latih Warga Buat Brownies Bekatul

342

SEMARANG, 14/8 (Beritajateng.net) – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang yang ditempatkan di desa Sidomulyo Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan pembuatan Brownies berbahan dasar Bekatul. Mereka berhasil melakukan inovasi pemanfaatan tepung bekatul yang biasanya tidak banyak dimanfaatkan oleh warga.

“Selama ini warga tidak banyak mengetahui kandungan gizi bekatul sehingga hanya digunakan untuk pakan ternak,” ungkap Aditya Cahyo Utomo, Kordes Sidomulyo.

Aditya menjelaskan, pelatihan pembuatan Brownies kukus berbahan Bekatul dilakukan mahasiswa KKN dengan harapan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa Sidomulyo dengan memanfaatkan sisa produksi penggilingan padi.

“Desa Sidomulyo adalah produsen beras. Sisa produksi dari penggilingan padi di desa ini jumlahnya sangat banyak. Potensi ekonomi dari sisa produksi penggilingan ini sangat besar,” jelasnya.

Bekatul, urai mahasiswa Teknik Industri ini, memiliki kandungan yang baik untuk tubuh, salah satunya
adalah serat pangan sehingga bekatul dapat dimanfaatkan menjadi bahan pangan yang enak dan juga sehat.

“Kandungan seratnya sangat bagus, hasil olahan bekatul rasanya enak dan nilai gizinya tinggi,” urainya.

Ditanya proses pembuatan Brownies Bekatul ini, Aditya didampingi seluruh mahasiswa KKN Desa Sidomulyo menguraikan, Proses pembuatan tepung bekatul diawali dengan proses pengayakan bekatul kemudian disangrai selama ± 10 menit dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga kering.

Sedangkan proses pembuatan brownies kukus bekatul diawali dengan potongan coklat batang dilelehkan bersama margarin. Selanjutnya, telur dan gula
dikocok menggunakan mixer hingga larut kemudian tepung bekatul, terigu dan baking powder ditambahkan dan dicampur hingga rata. Langkah
selanjutnya yaitu adonan coklat leleh dan vanili dicampurkan ke dalam adonan tepung. Adonan yang telah tercampur dituang ke dalam loyang lalu kukusan dipanaskan hingga mendidih kemudian loyang
dimasukkan dan dikukus selama ± 30 menit.

“Kedepannya, diharapkan masyarakat Desa Sidomulyo dapat memanfaatkan dan mengembangkan bekatul sebagai bahan pangan sumber serat pensubstitusi terigu pada proses pembuatan brownies kukus dan dapat menjadi peluang usaha yang kreatif dan inovatif,” harap Dea Adielyani mahasiswa KKN dari Fakultas Ekonomi.

Pelatihan diikuti oleh ibu ibu PKK dan remaja putri Desa Sidomulyo bertempat di Balai Desa setempat dan dipandu langsung oleh tim II KKN undip yang beranggotakan Aditya Cahyo Utomo, Dea Adielyani, Aini Muniroh, Dian Tri Utami, Riska Aprilya, Zulfikar Rahman, Gheta Olivia Manik dan Hazna Zafira. Sedangkan dosen pembimbingnya adalah drh. Siti Susanti,Ph.D, Zulfaidah Ariany, S.T,M.T dan Nurhadi Bashit, S.T , M.Eng.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here