Home Headline Mahasiswa KKN Undip Kenalkan “Telor” Diklaim Mampu Atasi Beberapa Penyakit

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan “Telor” Diklaim Mampu Atasi Beberapa Penyakit

1927

UNGARAN, 31/1 (Beritajateng.net) – Tim Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang di Desa Tempuran Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang baru baru ini mengadakan sosialisasi pemanfaatan Daun Kelor untuk kesehatan kepada masyarakat Dukuh Tepusan dan Krajan. Daun Kelor yang dikemas berupa Teh Kelor (Telor) diklaim mampu mengatasi beberapa jenis penyakit.

“Daun kelor ini memiliki banyak nutrisi seperti vitamin dan zat besi, kaya akan antioksidan yang berfungsi melindungi dari radikal bebas yang meningkatkan resiko penyakit seperti diabetes dan jantung,” ungkap Aidar Maris Kordes Tempuran.

Selain Diabetes dan Jantung, jelas mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia ini, Daun Kelor juga bisa membantu menurunkan gula dalam darah, meredakan peradangan dalam tubuh, menurunkan kolesterol, membantu mengatasi kanker serta mencegah anemia, dan masih banyak lagi manfaat dari daun kelor ini.

Kelor merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat, berumur pasar, berbunga sepanjang tahun dan tahan terhadap kondisi cuaca panas. Tanaman ini berasal dari asia selatan yang tumbuh dalam cuaca tropis maupun sub tropis. Pada umumnya kelor digunakan sebagai pangan dan obat di Indonesia.

Tanaman daun kelor berdaun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal dan berwarna hijau muda. Di Indonesia tanaman ini kurang dimanfaatkan karena belum tahu khasiat dan manfaatnya sehingga tanaman ini sering tumbuh sebagai rumput ataupun tanaman liar.

Sosialisasi pemanfaatan daun kelor ini diikuti oleh segenap kader kesehatan (Posyandu) dari Dusun Tepusan dan Krajan. “Pendampingan kami lakukan dengan cara memberikan penjelasan melalui video pembuatan teh dan hard file berupa booklet,” kata Aidar.

Di Desa Tempuran, tambahnya, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan Daun Kelor untuk pengobatan. Kebanyakan masyarakat di Desa Tempuran mengkonsumsi Daun Kelor dengan dimasak sebagai sayur bening, namun dengan cara ini nutrisinya dapat menurun.

“Teh dari daun kelor merupakan hal baru di desa ini, teh dibuat agar nutrisi dari daun kelor terjaga. Teh daun kelor pun dapat bertahan lama karena diawetkan secara kering sehingga ketika penyakit seperti hipertensi ataupun kolesterol menyerang dapat langsung diseduh,” pungkasnya.

Tim KKN Undip di Desa Tempuran terdiri dari 6 orang. Selain Aidar, kelima orang lainnya adalah Chriselyns K Situmorang (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Indah Lilih Agustina (Fakultas Ilmu Budaya, Ilmu Perpustakan), Khoirul Ummah (Fakultas Pertanian dan Peternakan), M. Ikhwanul Hisyam (Fakultas Ilmu Budaya, Sejarah) dan Salsabila Zuhra Citra N (Fakultas Teknik, Arsitektur).

(NK)