Home Headline Mahasiswa Desak Hakim Tangguhkan Penahanan Maryati

Mahasiswa Desak Hakim Tangguhkan Penahanan Maryati

image

Kudus, 6/4 (Beritajateng.net)-Sidang kasus penganiayaan di PN Kudus dengan terdakwa Maryati (26), Senin (6/4) mendapat perhatian publik. Puluhan mahasiswa fakultas hukum Universitas Muria Kudus (UMK) hadir untuk memberikan dorongan semangat kepada ibu yang masih memiliki bayi berusia 3 bulan ini.

Sebelum sidang digelar, puluhan mahasiswa yang mengenakan Alamamater warna biru tua ini sempat membacakan penrnyataan keprihatinan atas peradilan Maryati. Menurut mereka, peradilan atas Maryati yang didakwa melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP mencederai rasa keadilan masyarakat.

”Aparat penegak hukum dalam mengadili Ibu Maryati lebih bersikap positivistik dengan mengesampingkan konteks yang melatarbelakangi perkara dan kemanfaatan serta rasa keadilan yang seharusnya lebih ditonjolkan dibandingkan semata-mata mempertimbangkan kapasitas hukum,” kata Dekan Fakultas Hukum UMK Sukresno yang membacakan pernyataan keprihatinan dikelilingi puluhan mahasiswanya di ruang tunggu PN Kudus.

Ditambahkan, penegakkan hukum dengan mengesampingkan rasa keadilan bertentangan dengan amanat pasal 24 ayat (1) UUD 1945 yang mengamanatkan ’kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan’. Amanat konstitusi tersebut, lanjutnya, dijabarkan lebih lanjut dalam UU 48/ 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

”Dalam pasal 2 disebutkan ’demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, peradilan negara menerapkan dan menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila,” imbuhnya.  

Penahanan atas Ibu Maryati, masih kata Sukresno, menurutnya berlebihan dengan pertimbangan yuridis hukum pidana materiil (KUHP), perbuatan yang dilakukan terdakwa merupakan penganiayaan ringan. Dan alas an subyektif tentang kekhawatiran melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan, diyakini tidak terdapat pada diri terdakwa.

”Yang seharusnya menjadi pertimbangan sebelum dilakukan penahanan, karena Ibu Maryati mempunyai anak yang masih berusia 3 bulan. Dalam pasal 128 ayat (1) UU nomor 36/ 2009 disebutkan, setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali atas indikasi medis,” tegasnya.

Pada pasal lain (129, red), lanjutnya, disebutkan pemerintah bertanggungjawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusif. Sedang pada pasal 200 ditegaskan bahwa, setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian ASI eksklusif, dipidana penjara paling lama 1 tahun dan denda setingginya Rp 100 juta.

Sementara dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Heri Susanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kudus, Ati Maryati, berhasil menghadirkan saksi pelapor yakni Wiranti Yusi Suryandari (37) yang dalam dua kali persidangan terdahulu tidak memenuhi panggilan.

Ketika memberikan keterangan menjawab pertanyaan hakim, saksi pelapor dinilai tidak logis. Dalam kesempatan tersebut, hakim sempat mengingatkan saksi bahwa sebelum memberikan kesaksian dirinya sudah disumpah.

”Jika terbukti anda memberikan keterangan palsu atau tidak sesuai kejadian yang sebenarnya, sesuai perundangan yang ada anda bisa dipidanakan,” ancam Heri Susanto.

Selesai memberikan keterangan dari 12.30 hingga 13.30, Yusi jatuh pingsan saat hendak beranjak dari ruang sidang. Menurut orang yang mendampinginya, Yusi kelelahan dan kondisinya menurun karena terlambat makan.

Sebelum persidangan ditutup, kuasa hukum Maryati dari Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (Bakobakum) UMK yang dipimpin Subarkah, menyerahkan surat permohonan pengalihan penahanan dengan jaminan suami terdakwa, BEM UMK, Ketua JPPA Hj Noor Hani’ah, dan kuasa hukumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 3 Maret 2015 Polsek Jekulo melimpahkan berkas pemeriksaan maryati yang disangka melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP kepada jaksa penuntut Umum. Sejak berksanya dili mpahkan, JPU menetapkan penahanan terhadap ibu dari bayi Sintya Dewi Pertiwi (3 bulan) dititipkan di Rutan Kudus. (BJ12)

Advertisements