Home Ekbis Mafia Dwelling Time Pemeras Eksportir di Pelabuhan Ditangkap

Mafia Dwelling Time Pemeras Eksportir di Pelabuhan Ditangkap

Jakarta, 25/1/16 (BeritaJateng.net) – Kasus Dwelling Time Di Pelabuhan terus terungkap, Kepolisian kembali membongkar kasus suap dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. AH diciduk karena meminta uang ratusan juta kepada eksportir.nDalam aksinya, tersangka menawarkan jasa untuk mengurus izin di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok secara cepat. Aksinya terbongkar setelah Polres Pelabuhan mendapat laporan dari E, seorang pengusaha.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Victor Daniel Henry Inkiriwang mengungkapkan, Asep menjalankan aksinya sejak 2008. Tersangka mengincar eksportir dengan bertukar informasi dari mulut ke mulut. Tersangka meminta uang Rp 190 juta kepada eksportir untuk mengurus izin.

“Sampai dapat nomor handphone, lalu diajak ketemu, kemudian Tersangka menyampaikan bisa mengurus pembatalan dokumen ekspor dan menyiapkan SPKBE (Surat Perintah Keluar Barang Ekspor) dalam waktu cukup singkat yakni 10 hingga 14 hari kerja,” kata Ajun Komisaris  Victor Daniel Henry Inkiriwang di jakarta, Senin,( 25/1/16).

Korban akhirnya menyanggupi. Uang Rp 190 juta diserahkan dalam tiga tahap. Tahap pertama Rp 80 juta pada 9 November 2015. Berikutnya Rp 20 juta pada 6 Desember 2015. Terakhir uang Rp 90 juta diserahkan pada 31 Desember 2015. Kepada korban, tersangka me­nyebutkan uang Rp 80 juta untuk biaya koordinasi dengan pihak Bea dan Cukai. Kemudian Rp 20 juta untuk menggerakkan pihak Bea dan Cukai untuk membuka segel merah.

“Uang 90 juta untuk tanda tangan dan stempel dari kepala Bea dan Cukai di dokumen SPKBE. Kontainer pengusaha tersebut masih dalam proses segel petu­gas Bea dan Cukai Tanjung Priok dan tidak dibatalkan ekspornya,” ungkap Victor.

Meski sudah mengeluarkan uang, muatan kontainer milik tak kunjung keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok. Akhirnya korban mengadukan AH ke polisi. AH kemudian ditangkap salah satu restoran di Kelapa Gaging, Jakarta Utara.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti uang Rp 18 juta, dokumen SPKBE palsu, dua lembar kuitansi asli bukti penyerahan uang dari korban ke tersangka, dan sebuah telepon genggam.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik mafia dwelling time yang melibatkan pejabat Kementerian Perdagangan. Enam orangpun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap izin impor barang.Mereka yakni Partogi Pangaribuan (bekas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan), Imam Aryanta (Kasubdit Fasilitas Ekspor dan Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag), dan Mustafah (pegawai honorer Kemendag).

Sedangkan dari kalangan pengusaha yak­ni Direktur Utama PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA) Tjindra Johan, Direktur PT GSA Eryatie Kwandy alias Lucy, dan Direktur PT Rekondisi Abadi Jaya Hendra Sudjana alias Mingkeng.(Bj50)