Home Hiburan Maestro Tari, Sardono W Kusuma Usung Keunikan PG Colomadu  

Maestro Tari, Sardono W Kusuma Usung Keunikan PG Colomadu  

974

SOLO, 19/11 (BeritaJateng.net) – Mengusung seni pertunjukan di lokasi bekas pabrik Gula Colomodu yang sudah tidak lagi berproduksi  Sardono W Kusumo sang Maestro tari Indonesia akan menggelar karyanya yang bersifat inter-kultur, bekerja sama dengan seniman dari berbagai latar budaya yang berbeda. 

Secara spesifik karya  Sardono W Kusumo yang tertuang dalam pertunjukan Sardono’s Retrospective bertajuk Fabriek Fikr menampilkan  puluhan seniman dan budayawan dari beberapa daerah di Indonesia

Acara yang di gelar selama  tiga hari mulai  tanggal 20- 22 November 2015, puluhan seniman tampil ditengah keriuhan pasar malam yang merupakan salah satu pesta rakyat sebagai rangkaian acara HUT Karanganyar ke – 98.   

Salah satunya dengan mengundang seniman asal Papua papua yang akan mengusung tema warisan budaya (heritage icon), yang tertuang dalam perencanaan transformasi budaya. Dimana nanti akan menampilkan perpaduan perpaduan antara  film, komputerisasi music elektronik, pameran lukisan, koreografi. 

Menurut Saardono, nantinya acara tersebut akan menampilkan gerakan olah tubuh dari para penari, juga seniman lain di sekitar mesin-mesin tua bekas pabrik gula  di Pabrik Colomadu. Juga ada pasar rakyat dan nantinya di tengahnya juga diisii penari Papua dan juga pembacaan sajak oleh  Sastrawan senior asal Solo, Sapardi Djoko Damono yang akan membaca sajak di tengah keramaian Pasar Malam Rakyat. 

“Nantinya pertunjukan juga diisi  dengan Penari Papua, Penari Serimpi, Penari Hip Hop, Komputerisasi music Elektronik, dan pemutaran film,” jelas  Sardono W Kusumo di Solo Jawa Tengah, Selasa (18/11).

Sardono W Kusumo juga menjelaskan  salah satupertunjukan yang akan digelar tersebut sebagai awal menuju Singapore International of Arts (SIFA) 2016. Dan sebagai pemanasan akan di selenggarakan di Solo terlebih dahulu yang mengangkat Sardono’s Retrospective bertajuk Fabriek Fikr.  

“Disebut Fabriek Fikr, karena saya ingin ada gagasan untuk memaknai secara baru. Karena pabrik gula ini sudah tutup sehingga harus muncul gagasan baru untuk inovasi,” jelasnya.

Selain itu, ungkap Sardono, dirinya berkolaborasi dengan sutradra film Faozan Rizal akan membuat film yang panjangnya sampai 40 jam. Bahkan  Direktur SIFA  tertarik dan akan menampilkannya dalam SIFA 2016 mendatang

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Perkebunan Nusantara (Persero) IX, Hanung Tri Utomo, pada kesempatan yang sama mengatakan Pabrik Gula Colomadu sebagai salah satu aset PTPN IX harus diberdayakan di masa mendatang. Dan pihaknya sangat mendukung sekali dengan acara tersebut. 

“Pengembangan tersebut membutuhkan kearifan lokal dan itu telah didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar,” pungkas Hanung. (BJ24)