Home Headline Mabuk Miras, Seorang Pria Tembak Pengusaha Karaoke

Mabuk Miras, Seorang Pria Tembak Pengusaha Karaoke

tsk pistol

Jepara, 3/9 (BeritaJateng.net)  – Mulud (47), salah seorang pengusaha karaoke Pungkruk Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo ditembak seorang pemuda, Kamis (3/9) pukul 03.30 di salah satu toko di kawasan itu. Mulud mengalami luka tembak di bagian leher dan perut.

Menurut keterangan korban, penembakan tersebut bermula dari percekcokan antara pelaku dan Bu Sri, pemilik warung kelontong. Adu mulut terjadi lantaran pelaku menyalakan motor berknalpot tidak standar dengan keras . Selain itu, pelaku oleh Bu Sri disuruh pulang karena jam buka karaoke sudah habis.

“Karaoke tutupnya pukul 02.00. Pelaku masih di sana saat pukul 03.30,” terang Mulud.

Melihat adu mulut itu, Mulud kemudian mencoba melerai. Saat itu, pelaku melawan dan mengeluarkan pistol air soft gun dari yang disembunyikan di dalam baju.

Seketika itu juga, Mulud ditembak pada bagian leher.  Mendapat  tembakan, Mulud melakukan perlawanan untuk coba meringkus pelaku. Soalnya, Mulud kembali dapat tembakan pada perut sisi kiri.

“Pelaku sempat melakukan tembakan sebanyak lima kali. Hanya saja tembakan yang mengenai saya sebanyak dua kali,” terang dia.

Dibantu pemuda desa yang berkumpul di lokasi berhasil meringkus pelaku yang diketahui bernama Deni Lesmono (28), warga Karimunjawa.  Atas kejadian ini, warga langsung menghubungi Polsek Mlonggo.

Dihadapan polisi pelaku mengaku pelaku mengaku mabuk saat melakukan tindakan kriminalnya. Adapun senjata yang dimiliki diakui diperoleh dengan membeli via online.

“Tidak ada motif apapun saat saya menembak korban. Semata saat itu saya sedang emosional,” aku Doni, saat diperiksa di Satreskrim Polres Jepara, Kamis (3/9).

Doni menceritakan, saat kejadian dirinya tengah mabuk. Setelah sebelumnya menenggak minuman keras di salah satu cafe karaoke. Dia tersinggung lantaran ditegur dengan kalimat yang dirasa tidak enak oleh salah satu pemilik warung kelontong di kawasan itu.

Mendapat perlakuan itu, Doni secara spontan mencabut pisto air softgun yang disembunyikan di dalam baju, dan langsung menembak korban di bagian leher.

“Karena saya terus didesak, beberapa kali saya melepaskan tembakan. Saya tidak tahu pasti berapa peluru yang mengenai tubuh korban,” ucap dia.

Mengenai pistol yang dimiliki, Doni mengaku membelinya secara online. Setelah deal dengan harga yang ditawarkan, dia datang langsung kepada penjualnya di Solo. Dia membelinya dengan harga Rp 1,850 juta.

Sehari-hari pistol tersebut digunakan untuk berburu burung.

“Saya juga punya senapan angin. Semua orang Karimunjawa tahu saya hobi berburu,” terang pria asal Karimunjawa ini.

Adapun dia datang ke Pungkruk, samata memang mencari hiburan untuk karaoke dan minum minuman keras.
Kasus ini sepenuhnya sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Jepara. Korban, Mulud, saat ini masih dirawat intensif di RSUD Kartini Jepara. (BJ18)