Home Headline Mabuk Congyang Pemuda Ini Bacok Korban dengan Samurai

Mabuk Congyang Pemuda Ini Bacok Korban dengan Samurai

Mabuk congyang

Semarang, 11/3 (Beritajateng.net) – Lantaran mabuk minuman keras, Joko Suyanto (30) warga kampung Jatimulyo RT 04 RW 05 Rejomulyo, Semarang Timur terlibat perkelahian dan saling bacok saat gerombolan pemuda datang menyerobot untuk dinyanyikan lagu pilihannya di sebuah pagelaran dangdut jalanan, di sekitar Polder Tawang.

Bahkan, saat melakukan penyerangan,  pelaku menggunakan sebilah pedang samurai sepanjang 60cm hingga menyebabkan tangan kiri salah satu korban, Slamet nyaris putus saat berusaha menangkis serangan pelaku.

Kepada polisi, Joko mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa 10 Maret 2015 dini hari. Korban yang datang bergerombol dengan temannya di  sebuah karaokenan dijalan Polder Tawang langsung main serobot tanpa ijin dahulu.

“Korban tidak sopan datang-datang tanpa ijin langsung minta lagu kepada biduan untuk dinyanyikan,” katanya saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Rabu (11/3).

Mengetahui pelaku datang bergerombol sekitar 10 orang tidak terima karaokenya merasa diganggu, akhirnya menegur secara baik-baik. Korban yang waktu itu tidak terima langsung terjadi pertarungan dilokasi.

“Sempat cek-cok saya dilokasi tetap membantah akhirnya saya cari pedang disebuah gudang dekat lokasi,” ujarnya.

Setelah mengambil pedang pelaku langsung melakukan penyerangan terhadap korban dan kesepuluh temannya tanpa pandang bulu. Saat itu, beberapa diantaranya juga sempat melarikan diri dari pelaku.

Namun naas bagi ketiga korban, Agus Setyono (42) warga kampung Malang, Pramono (45) warga Semarang Tengah dan Slamet Iriyanto  warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan yang harus pasrah menerima sabetan pedang pelaku karena tidak sempat melarikan diri. 

Bahkan, akibat aksi brutal tersebut, tangan kiri salah satu korban, Slamet nyaris putus saat berusaha menangkis serangan pelaku

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan berdasarkan keterangan dari korban dan saksi, pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat bersembunyi di daerah Kaligawe Semarang yakni tempat kosnya.

“Pelaku kita tangkap bersama barang bukti berupa parang sepanjang 60 cm yang masih disimpannya,” katanya.

Djihartono menambahkan dari keterangan pelaku kejadian tersebutberawal, ketika pelaku bersama kedua rekannya Yono dan Dimas memang tengah menikmati alunan musik dangdut jalanan di sekitar Polder Tawang  Semarang, sembari pesta minuman  keras.

Kemudian, sekitar pukul 00.30 dua temannya tersebut bermaksud meminta dinyanyikan sebuah lagu oleh sang biduan. Namun, tanpa diduga, datang korban bersama sepuluh orang temannya yang juga meminta lagu pilihannya dinyanyikan terlebih dahulu. Adu mulut pun terjadi antara kedua teman pelaku dan korban.

“Mereka langsung nyerobot. Karena jumlahnya kalah banyak akhirnya pelaku (Joko-Red) ambil pedang, ” imbuhnya

Atas perbuatannya Joko terancam dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara. (BJ04)

Advertisements