Home News Update Maba Polines Dibekali Materi Anti Korupsi, Anti Narkoba dan Anti Radikalisme

Maba Polines Dibekali Materi Anti Korupsi, Anti Narkoba dan Anti Radikalisme

1610

IMG_20150827_082155

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengadakan kegiatan Mahasiswa Baru (Maba) 2015/2016 yang berlangsung sejak tanggal 24-28 Agustus 2015. Diikuti oleh peserta Maba Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Polines sebanyak 1.548 mahasiswa. Semuanya terbagi dalam 10 program studi Sarjana Terapan dan 12 Program Studi D3 dari 5 Jurusan.

Apabila dihari sebelumnya, Maba Polines dibekali wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Maka hari ini adalah hari ke-4 (27/8), yang kegiatannya meliputi pemberian materi mengenai anti korupsi. Materi anti korupsi secara umum disampaikan kepada Maba untuk membekali mereka.

Mulai dari pengertian korupsi dan penyebabnya, sampai alasan dari banyaknya tindak korupsi di Negara Indonesia. Sehingga mahasiswa memiliki wawasan tentang itu. Hal ini disampaikan oleh Kajati Jateng, Hartadi, SH., MH di Ruang Serba Guna Polines Tembalang, Semarang, Kamis (27/8) siang.

Materi seperti ini baru pertama kali di Polines. Termasuk materi anti narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng yang disampaikan oleh Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Jamaluddin Ma’ruf., S.Farm.Apt kepada peserta LDK Maba.

Sedangkan untuk hari Jumat (28/8) Maba Polines juga akan diberikan materi mengenai anti radikalisme dan anti terorisme yang saat ini marak terjadi yang akan disampaikan oleh TNI.

Mirna Erviana Isnitahnia, Mahasiswa Program D4 Administrasi Bisnis Terapan mengatakan bahwa Kajati Jateng, Hartadi, SH., MH menjelaskan secara detail tentang penegakan hukum tindak pidana korupsi. Korupsi sendiri adalah perbuatan yang buruk, seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dsb, pengertian tersebut diambil dari KBBI. Tindak pidana korupsi diatur dalam UU No. 31 tahun 1999 dan UU No. 3 tahun 1971.

Di Indonesia, lanjutnya, korupsi ibarat penyakit komplikasi dan berawal dari sejak adanya manusia. Ciri-ciri korupsi yaitu adanya sifat iri, dengki serta rakus. “Contohnya seorang kepala desa yang diberi kewenangan proyek desa tetapi tidak menggunakan uang yang telah dipercayakan secara maksimal, bahkan sebagian dari uang proyek digunakan untuk dirinya sendiri,” terangnya.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Poniman, SE., MSi juga memaparkan bahwa kegiatan Maba di Polines ada istilah Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (Warna). “Tujuannya untuk mengenalkan kepada Maba bahwa sistem pendidikan Politeknik berbeda dengan Universitas,” jelasnya.

Selain itu, juga mengenalkan struktur organisasi, UKM bidang minat bakat, bidang pengabdian dan sosial, pengembangan ritual mahasiswa keagamaan untuk memantapkan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

“Dari kegiatan LDK Maba ini nantinya akan dievaluasi kemudian ditingkatkan materi bahasannya dalam rangka membimbing mahasiswa dalam melatih skill yang ada,” imbuhnya. (BJT01)

Advertisements