Home Hukum dan Kriminal LPG Oplosan, Bukti Pengawasannya Lemah

LPG Oplosan, Bukti Pengawasannya Lemah

GAS OPLOSAN

Semarang, 11/2 (BeritaJateng.net) – Terungkapnya praktek oplosan LPG bersubsidi oleh aparat Polrestabes Semarang menandakan pengawasan yang dilakukan instansi terkait khususnya Pertamina lemah. Temuan polisi ini layak diberi apresiasi positif oleh pihak terkait.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani mengharapkan agar Pertamina dan pihak terkait lainnya lebih mengintensifkan pengawasan distribusi di lapangan agar kasus serupa tidak terjadi di daerah lain.

“Lagi lagi saya harus tegaskan dan memberi apresiasi positif kinerja Polrestabes Semarang yang berhasil mengungkap praktek ilegal ini,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (11/2).

Temuan polisi tentang oplosan LPG ini melengkapi temuan sebelumnya yang berhasil dilakukan oleh aparat Kodim 0716 Demak yang berhasil mengungkap praktek oplosan pupuk bersubsidi yang kemudian dikemas dalam karung pupuk non subsidi di Kabupaten Demak.

Chamim menjelaskan, kelangkaan LPG bersubsidi kemasan 3 kg yang selama ini terjadi sudah menyengsarakan masyarakat kelas bawah yang menjadi konsumen LPG ini.

Oleh karena itu aparat diminta mengusut tuntas praktek ilegal ini. Dia juga minta agar aparat di daerah lain juga mengintensifkan pengawasan di wilayahnya.

Melihat perkembangan yang saat ini terjadi, tambah Chamim, pihaknya merencanakan untuk melakukan pola inspeksi mendadak yang akan diterapkan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi barang barang yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami akan efektifkan pengawasan dengan sidak oleh tim kecil yang terdiri dari 3 sampai 5 orang anggota komisi agar lebih efisien,” jelasnya.

Menurut Chamim, komoditas seperti pupuk, elpiji, gula, minyak merupakan komoditas yang rentan diselewengkan oleh pihak pihak yang hanya mengejar keuntungan sepihak tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. (BJ013)