Home Headline LP2K : CCTV di Ruang Privasi Salon Adalah Pelanggaran Hukum

LP2K : CCTV di Ruang Privasi Salon Adalah Pelanggaran Hukum

1941
Rekaman CCTV yang memantau seluruh sudut yang ada di salon AVE Jalan Erlangga Barat Semarang
Rekaman CCTV yang memantau seluruh sudut yang ada di salon AVE Jalan Erlangga Barat Semarang
Rekaman CCTV yang memantau seluruh sudut yang ada di salon AVE Jalan Erlangga Barat Semarang

Semarang, 12/7 (BeritaJateng.net) – Keberadaan kamera CCTV di ruang privasi Salon AVE jalan Erlangga Barat yang membuat salah seorang pelanggan ngamuk, merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Ngargono, berargumen apa yang dilakukan salon tersebut sudah merupakan pelanggaran hukum.

“Jika seperti itu, sudah konteks pelanggaran. CCTV substansinya untuk pengamanan. Dan itu cukup saja di pintu masuk atau keluar, jadi tahu siapa yang keluar masuk. Tidak perlu detil, apalagi sampai di ruang terapi dan ruang ganti. Itu sudah melanggar privasi konsumen,” katanya saat dihubungi, Minggu.

Apalagi lanjutnya, insiden awalnya tidak diinformasikan terhadap konsumen terkait adanya CCTV. Pelanggaran itu bisa sesuai dengan Undang – Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang – Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (informasi transaksi elektronik).

Kejadian seperti itu, kata Ngargono, bisa dilakukan proses hukum asalkan korban mau melapor ke kepolisian. Sebab merupakan delik aduan.

“Walaupun misalnya sudah dihapus datanya. Tapi konsumen harus diberikan jaminan bahwa data itu aman. Jika suatu saat data (rekaman) itu bocor konsumen berhak menuntut. Ini bisa jadi terjadi pada semua pelanggan salon di sana,” tambahnya.

Selain penyelesaian secara hukum, Ngargono mengatakan insiden semacam ini bisa diselesesaikan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, lokasinya di Gedung Pandanaran lantai 4, komplek Bundaran Lawang Sewu Semarang. (BJ)