Home Nasional Loncat ke KIH, Zulkifli Janji PAN Tetap Kritis

Loncat ke KIH, Zulkifli Janji PAN Tetap Kritis

628

Ketua MPR dialog di Unsoed

Purwokerto, 3/9 (BeritaJateng.net) – Hengkangnya Partai Amanat Nasional (PAN) dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan beralih bergabung dengan koalisi penguasa menjadi perbincangan hangat di tengah krisi yang melanda perekonomian negeri ini. Banyak pihak yang mendukung langkah PAN, namun tidak jarang juga yang menyayangkan. Terkait hal ini, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menegaskan, sekalipun bergabung dengan partai pengusaha, PAN berjanji akan tetap kritis.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli, Kamis (3/9), usai menghadiri diskusi kebangsaan dengan tema ‘Menatap Indonesia Masa Depan’ di Gedung Roediro, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Ia menegaskan, PAN akan tetap melayangkan kritik yang membangun atas kebijakan pemerintah, karena hal tersebut merupakan tugas partai.

“Hanya saja kritik yang kita sampaikan adalah kritik yang membangun dan disampaikan dengan cara yang santun,” katanya.

Menurut Ketua MPR ini, sekarang sudah bukan waktunya untuk berbicara tentang KMP dan KIH. Sebaliknya, sekarang parpol lebih dituntut untuk berada di tengah rakyat guna mengatasi kesulitan ekonomi yang tengah melanda negeri ini.

“Harga-harga naik, PHK dimana-mana, banyak perusahaan gulung tikar, daya beli masyarakat turun, apakah masih pantas kita bicara KIH dan KMP dalam situasi seperti sekarang ini,” tegas Zulkifli.

Kondisi sekarang inilah yang mendorong PAN terpanggil untuk ikut membantu pemerintah. Zul berkilah, kepentingan bangsa dan negara yang menjadi pendorong PAN bergabung dengan KIH.

Disinggung tentang Amien Rais selaku Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga merestui langkah PAN ini, Zulkifli mengatakan, ia sudah menduga sejak awal, sebab bagi sosok Amin Rais, kepentingan negera menjadi prioritasnya.

“Bagi seorang Amin Rais, kepentingan bangsa dan negara, NKRI adalah di atas segalanya, sehingga apapun akan ditinggalkan demi NKRI. Jadi tidak menjadi masalah saat PAN beralih ke KIH, karena semua didasari demi bangsa dan negara,” tuturnya. (BJ33)

Advertisements