Home DPRD Kota Semarang Lokasi Relokasi Tak Layak, PKL Barito Mengadu ke Dewan

Lokasi Relokasi Tak Layak, PKL Barito Mengadu ke Dewan

2508
0
Lokasi Relokasi Tak Layak, PKL Barito Mengadu ke Dewan

Semarang, 17/4 (BeritaJateng.net) – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Barito yang merupakan bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang mengadu ke DPRD Kota Semarang terkait tempat relokasi yang tidak layak.

“Kami meminta dari DPRD membantu memperjuangan nasib kami. Setidaknya, kami punya tiga opsi,” kata Harjono, salah satu perwakilan PKL Barito Semarang, saat mengadu di DPRD Kota Semarang, Selasa.

Perwakilan pedagang Barito yang mengeluhkan kondisi tempat relokasi yang tidak layak, ditemui oleh Komisi B DPRD Kota Semarang.

Ia mengatakan para pedagang di kawasan Barito Semarang menolak direlokasi selama tempat relokasi di Pasar Klithikan Penggaron tidak memadai dan belum siap dipakai untuk berjualan.

Opsi pertama yang diajukan pedagang, kata dia, para PKL bersedia pindah dengan catatan tempat relokasinya sudah disiapkan dan layak untuk berjualan, serta aman jika barang dagangan ditinggal.

“Kalau tidak, opsi kedua. Kami tidak dipindah dan tetap di Barito, tetapi tempatnya direvitalisasi sesuai ketersediaan lahan, misalnya bagian belakang kios kami dikurangi luasannya,” katanya.

Apabila kedua opsi tersebut tetap tidak bisa, kata dia, pedagang menginginkan pemerintah memberikan ganti untung sehingga pedagang akan segera pindah karena mereka selama ini membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Selama ini, kata dia, pedagang yang berjualan di kawasan Barito Semarang selalu rutin membayar PBB, dan tahun ini juga masih menerima surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB.

Sementara itu, Harjono, pemilik bengkel di kawasan Barito Semarang mengaku sudah melihat kios penggantinya di tempat relokasi Pasar Klithikan Penggaron atau kini disebut juga dengan Pasar Barito Baru.

“Sudah, saya sudah lihat tempat relokasi di Penggaron. Tempatnya masih los-losan, belum ada apa-apanya, dan luasannya lebih kecil daripada di sini. Ya, gimana nanti nasib bengkel saya,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Semarang, jumlah PKL di kawasan Barito berjumlah 137 pedagang, dan sebagian di antaranya bersedia pindah dan ada yang sudah menempati tempat relokasi. (El)