Home Lintas Jateng Lokasi Ground Breaking Siap, Jokowi Batal ke Pidekso

Lokasi Ground Breaking Siap, Jokowi Batal ke Pidekso

Lokasi ground breaking di Dusun Cantel Desa Pidekso Giriwoyo

Lokasi ground breaking di Dusun Cantel Desa Pidekso Giriwoyo

Wonogiri, 29/1 (BeritaJateng.net) – Sejumlah agenda kunjungan kerja Presiden Jokowi di Wilayah Soloraya dikabarkan batal sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Salah satu lokasi kunjungan yang telah disiapkan adalah di Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo Wonogiri. Di tempat itu, menurut rencana akan dilakukan ground breaking (penggalian pertama) oleh orang nomor satu di Indonesia itu.

Pantauan beritajateng.net di lokasi, setidaknya ada 2 tempat yang tengah disiapkan oleh pihak kontraktor pemenang tender pembangunan Waduk Pidekso PT Pembangunan Perumahan. Satu di antaranya adalah lokasi yang akan digunakan seremonial ground breaking, tepatnya di pinggir Sungai Dungtalang Dusun Canthel Desa Pidekso.

Di tempat itu akan di bangun sebuah bendungan yang melintang dari atas badan jalan hingga perbukitan sepanjang 387 meter, dengan ktinggian dari pondasi 44 meter yang akan membendung aliran sungai hingga menggenang menjadi genangan waduk seluas lebih kurang 216 hektare yang meliputi 3 desa, yakni Desa Tukulrejo dan desa Pidekso di Kecamatan Giriwoyo serta Desa Sendangsari di Kecamatan Batuwarno. Satu tempat lagi yakni penyiapan tempat parkir tamu undangan yang di tempatkan di lapangan SD Pidekso 2, yang telah diberi batas pita (line) dan diurug dengan Sirtu.

Supervisor Proyek pembangunan waduk PT. PP Yusuf mengatakan bahwa lokasi yang direncanakan untuk acara seremonial ground breaking 90% oleh Presiden RI telah siap. Pihaknya mengklaim telah banyak mengeluarkan biaya untuk mempersiapkan lokasi ground breaking.

“Pembuatan tangga turun ke lokasi dan perataan tanah untuk seremonial groound breaking telah kami selesaikan, tinggal poles sedikit lagi, karena tanah urug yang semestinya sudah siap pakai, tergerus air sungai yang meluap saat banjir,” katanya.

Yusuf mengaku jika dua item pekerjaan yakni pembuatan lokasi ground breaking dan rumah konsultasi belum masuk pada perjanjian kontrak, sehingga jika agenda ground breaking batal, kemungkinan pihaknya akan menanggung beban biaya yang telah dikeluarkan untuk menyiapkan lokasi.

“Dua tempat untuk mendukung kunjungan Presiden sebenarnya belum masuk progress kontrak kerja. Jadi sudah pasti kami menanggung resiko biaya tambahan ini,” keluhnya.

Dirinya berharap, agar instansi terkait segera memproses pembebasan lahan warga terdampak agar pekerjaan bisa segera dimulai.

“Tiga bulan ke depan kami akan menggarap jalan akses menuju lokasi sepanjang lebih kurang 8 kilometer. Setelah itu, jalan relokasi yang mengitari genangan waduk kami kerjakan, sambil menunggu proses pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),” terangnya.

Sebelumnya, ratusan warga dari tiga desa terdampak pembangunan Waduk Pidekso mendatangi DPRD dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Mereka menuntut agar pembebasan lahan segera dilakukan dan dibayar bersama-sama (tidak bertahap), sebelum pembangunan fisik dimulai. (BJ09)