Home Headline Lokalisasi ALASKA Banyak Dihuni Mantan DOLLY

Lokalisasi ALASKA Banyak Dihuni Mantan DOLLY

5865

Kendal, 5/12 (BeritaJateng.net) –  Komplek Mesum Alas karet (Alaska) yang terletak di Sukorejo Kendal kini banyak dihuni mantan Peramu Birahi dari Doly Surabaya. Hal ini disampaikan seorang warga setempat  yang membenarkan komplek Alaska telah banyak didatangi para mantan PSK dari Doly Surabaya.

“Ya sekarang banyak dihuni bekas dari doly Surabaya,  ada 34 rumah yang dihuni mereka,” tuturnya.

Ditambahkannya, mereka datang ke Alaska, setelah ditolak di Gambilangu dan Sunan Kuning.

“Mereka kesini, karena ditolak di SK dan GBL,” imbuhnya.

Senada juga disampaikan warga lainnya, Sri yang memprihatinkan semakin ramainya komplek tersebut  yang sering para tetangga lainnya juga risih.

“Biasanya orang-orang perumahan merasa risih dengan itu,” tuturnya.

Namun Ia pun tidak menyangkal, jika keberadaan komplek itu dapat menambah penghasilan masyarakat sekitarnya.

“Ada salon, jualan minuman dan juga jasa cucian pakaian,” ujar Sri.

Ditempat terpisah Kepala Disbudpar kendal, Agus Rifa’i saat dikonfirmasi terkait masih beroperasinya Komplek Alaska, justru Ia membantah jika alaska merupakan kewenangannya.

“Alaska bukan kewenangan Dinas saya Mas,” tuturnya.

Bahkan Agus menuding komplek tersebut belum ada perizinannya, karena jika sudah ada izin pihaknya akan membinanya.

“Itu belum ada izin, coba tanyakan ke BPMPT atau SATPOL PP untuk penertibannya,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua KP2BK Jateng, Kyai Maksum menyayangkan sikap Pemerintah Kendal yang membiarkan komplek Alaska semakin berkembang tanpa izin dan pembinaan.

“Lalu dimana pemerintah, mestinya kalau itu liar sudah bisa satpol PP untuk menindaknya,” tegasnya.

Memang warga setempat beberapa waktu lalu pernah dihebohkan dengan kasus alaska ini yang sempat memicu pihak FPI dengan warga setempat sehimgga sempat mencuat secara nasional. Dan kini kasusnya telah reda, namun kini komplek tersebut semakin ramai dan bertambah penghuninya, lalu masihkan Pemerintah Kendal tutup mata atas keberadaannya. (BJ)